Opini

SKANDAL LHKPN BOGOR: Harta Pejabat Melejit di Atas Nalar, Aktivis Tantang KPK Terapkan Pembuktian Terbalik!

Beritapantau.com||BOGOR, [11-April-2026] – Tren kekayaan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menjadi sorotan nasional. Berdasarkan analisis LHKPN terbaru, ditemukan sejumlah pejabat yang hartanya melesat hingga ratusan persen dalam periode singkat. Kenaikan ini dinilai “tidak masuk akal” dan menghina akal sehat publik yang sedang berjuang ditengah himpitan ekonomi

“Anomali Kekayaan yang Melukai Keadilan.”

Lonjakan aset mulai dari kepemilikan tanah luas hingga koleksi kendaraan mewah ini dicurigai sebagai Ill-gotten Gains (kekayaan yang diperoleh secara haram). “Kabupaten Bogor ini bukan ladang tambang pribadi. Jika kenaikan harta pejabat melampaui profil penghasilan resminya secara ekstrem, maka patut diduga ada praktik gratifikasi atau pemerasan dalam jabatan,” tegas [Rizwan riswanto/Ketua BPI KPNPA Kabupaten Bogor].

Uji Nyali KPK: Jangan Hanya Jadi Tukang Catat!
Koalisi masyarakat sipil menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berhenti menjadi ‘penonton’ laporan administratif.
“Kami menantang KPK: Gunakan wewenang Anda untuk melakukan Pembuktian Terbalik. Jika pejabat bersangkutan tidak mampu menjelaskan asal-usul hartanya secara logis dan legal, KPK harus segera menaikkan statusnya ke penyidikan. Jangan biarkan LHKPN hanya jadi pajangan kosong tanpa konsekuensi hukum!”

Tuntutan Utama:
Audit Forensik Aset: KPK dan PPATK wajib menyisir aset yang disamarkan atas nama keluarga (nominee) atau pihak ketiga.

Penerapan Pembuktian Terbalik: Memaksa pejabat membuktikan sumber kekayaannya di depan publik dan hukum.

Blacklist Pejabat Hedon: Mendesak Kemendagri mencopot pejabat yang memiliki kekayaan tidak wajar (unexplained wealth) karena cacat integritas.

“Rakyat Bogor tidak butuh pejabat kaya raya, rakyat butuh jalan yang bagus dan layanan publik yang prima. Kemewahan pejabat di atas penderitaan rakyat adalah bentuk korupsi nyata!” tutup pernyataan tersebut. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

12 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

12 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

19 jam ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

20 jam ago

Respons Bijak Kades Jonggol Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG: Dinas Lingkungan Hidup Sudah Turun Tangan

Beritapantau.com||​JONGGOL, BOGOR – Isu mengenai pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber…

1 hari ago

TANGGAPAN RESMI MASYARAKAT DAN MEDIATerkait Pernyataan Kepala Desa Sukaraharja di Media Sosial

Beritapantau.com||Sukaraharja — Masyarakat Desa Sukaraharja bersama sejumlah insan media menyampaikan keprihatinan mendalam atas unggahan di…

1 hari ago