Hukum & KPK

APH di Daerah: Penegak Hukum atau Peternak Sapi Perah? Menyoal Mandat Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK.

Beritapantau.com||JAKARTA – Untuk siapakah sebetulnya Kejaksaan, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bekerja? Pertanyaan mendasar ini kian nyaring terdengar dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Ketika media massa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan aktivis getol membongkar borok korupsi serta penyelewengan anggaran, respon yang diterima justru jauh dari panggang api. Bukannya penindakan tegas yang didapat, aparat penegak hukum (APH) di tingkat daerah disinyalir kuat justru memanfaatkan keadaan kritis tersebut demi keuntungan transaksional.

Fenomena ini melahirkan istilah yang menyakitkan bagi rasa keadilan publik: APH telah berubah fungsi menjadi “peternak sapi perah”.

Temuan dugaan korupsi, pungutan liar, hingga penyalahgunaan wewenang yang dilaporkan oleh elemen masyarakat sipil sering kali tidak berujung ke meja hijau.

Kasus-kasus tersebut justru diduga dijadikan alat sandera atau “kartu AS” oleh oknum APH untuk memeras para pejabat daerah atau pelaku penyimpangan.

Timbul Tenggelam Kasus dan Impunitas Daerah
Sudah menjadi rahasia umum di banyak wilayah luar Jakarta bahwa kritik dan temuan penyelewengan anggaran hanya timbul lalu tenggelam tanpa bekas. Skema penegakan hukum berjalan bak siklus musiman:

* Laporan Masuk: Media mempublikasikan, LSM membawa data konkret ke kantor APH.

* Gebrakan Awal: Oknum APH melakukan pemanggilan formal atau pemeriksaan awal untuk memicu kepanikan objek yang dilaporkan.

* Proses Transaksional: Terjadi negosiasi di balik layar antara oknum aparat dan pihak berperkara.

* Peti Es (Kasus Tenggelam): Laporan menguap begitu saja, intensitas pemberitaan meredup, dan pelaku korupsi kembali melenggang bebas setelah menyetor “upeti”.

Kondisi ini membuat hukum di daerah seolah mati suri. Kontrol sosial yang dilakukan oleh aktivis dan jurnalis tidak lagi berfungsi sebagai pendorong perbaikan sistem, melainkan justru menjadi “bahan baku” bagi oknum APH untuk memperkaya diri sendiri atau kelompoknya.

Di Mana Taring KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri?
Publik berhak mempertanyakan fungsi pengawasan melekat (Waskat) dari institusi pusat. Jauhnya jarak geografis dari ibu kota negara tampaknya membuat daerah-daerah minim dari penindakan hukum yang objektif. KPK yang diharapkan menjadi motor pemberantasan korupsi kian kehilangan taringnya di tingkat wilayah. Kejaksaan dan Kepolisian di tingkat daerah pun kerap dianggap menjadi bagian dari oligarki lokal yang saling mengunci dan melindungi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan berada di titik nadir. Negara tidak boleh kalah oleh sindikat penegakan hukum transaksional yang mengorbankan hak-hak rakyat di daerah. Bersihkan APH dari mental “peternak sapi perah”, atau bubarkan saja jargon reformasi hukum yang selama ini digemakan. (Red-ed)
——————————
ALIANSI PANDAWA

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

KEJAKSAAN NEGERI KABUPATEN BOGOR DINILAI MELEMPEM, MAFIA ASET MASIH BEBAS BERKELIARAN

Beritapantau.com||BOGOR – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor dalam mengusut tuntas kasus dugaan penjarahan aset…

58 menit ago

Terpilih Secara Aklamasi, Kang Juli Siap Bawa Karang Taruna Wilayah 05 Sukahati Bersinergi dan Berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah

Beritapantau.com||​BOGOR – Regenerasi kepemimpinan pemuda terus bergulir di tingkat akar rumput. Melalui musyawarah mufakat yang…

2 hari ago

Babak Baru Kelaners Indonesia: Korwil Kota Bekasi Resmi Dikukuhkan, Struktur Regional Kian Solid

BERITA PANTAU – Suasana di Cafe Cherya07, Jl. Mustika Jaya, Cimuning, Kota Bekasi berubah menjadi…

4 hari ago

ALIANSI PANDAWA: PENGGIRINGAN OPINI DI MEDIA SOSIAL TIDAK DAPAT MENGHAPUS DOSA KORUPSI PENGADAAN CHROMEBOOK

Beritapantau.com||DEPOK — Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) mengecam keras masifnya upaya…

5 hari ago

Bogor Istimewa atau Istimewa Maksiat? Menyoal Sikap Apatis Pejabat Terhadap SM Sentul Massage.

Beritapantau.com||​BOGOR – Slogan "Bogor Istimewa" kini dipertanyakan kredibilitasnya. Wilayah Babakan Madang yang dikenal religius justru…

5 hari ago

Gelombang dukungan terhadap komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam memberantas peredaran narkoba secara radikal terus mengalir deras.

Beritapantau.com||Kabupaten Bogor - Langkah strategis berslogan "Pembersihan dari Dalam" kini menjadi sorotan utama, memicu desakan…

6 hari ago