KLAPANUNGGAL, 11 Oktober — Di tengah rasa syukur yang mendalam atas mulai berubahnya kondisi jalan desa mereka, warga Kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal tidak ingin terjebak dalam harapan yang hanya bersandar pada aliran bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Meskipun langkah awal perbaikan telah hadir, suara warga mulai menegaskan: tanpa percepatan penanganan secara menyeluruh, perubahan sedikit‑demi‑sedikit yang ada saat ini belum cukup untuk mengangkat roda perekonomian pedesaan mereka.
Salah satu warga setempat, Nalih, menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Bupati Kabupaten Bogor atas bantuan keuangan yang telah disalurkan ke Desa Leuwikaret. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Kabupaten Bogor. Alhamdulillah, meskipun ruas yang diperbaiki belum panjang, perlahan‑lahan jalan di Kampung Cioray mulai menunjukkan perubahan,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
Namun di balik ucapan terima kasih itu tersimpan kekhawatiran yang mendalam. Jalan yang kini sedang diperbaiki bukan sekadar jalan biasa. Ia adalah satu‑satunya jalur penghubung antara Desa Leuwikaret (Kecamatan Klapanunggal) dengan Desa Cibodas (Kecamatan Jonggol), sekaligus urat nadi utama seluruh aktivitas harian warga Kampung Cioray. Terutama para petani yang setiap hari harus membawa hasil panen dari ladang ke pasar. Selama ini kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan berat, biaya angkut meningkat, dan hasil panen sering kali terlambat sampai sehingga harganya merosot.
Nalih menegask “Kami bersyukur atas bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, tetapi kami tidak ingin hanya bergantung pada bantuan keuangan itu saja. Kami membutuhkan percepatan perbaikan jalan secara menyeluruh.” Menurutnya, bila perbaikan dapat dipercepat hingga kualitas jalan benar‑benar layak dilalui sepanjang tahun, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para petani. Jalan Kampung Cioray yang menawarkan pemandangan pegunungan yang indah dan suasana udara yang sejuk merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata di Kecamatan Sukamakmur.
Jika aksesnya memadai, terbuka peluang kedatangan pengunjung dari luar desa, membuka peluang usaha baru, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan seluruh warga.
“Jangan biarkan potensi besar itu terbuang hanya karena proses perbaikan berjalan lambat,” tegas Nalih. “Jalan yang baik bukan hanya tentang aspal yang baru. Ia adalah modal utama bagi petani untuk menjual hasil ladang dengan harga lebih baik, sekaligus pintu gerbang bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pegunungan di sekitar Sukamakmur.”
Sampai saat ini, pekerjaan perbaikan masih berlangsung secara bertahap dengan sumber bantuan keuangan dari Kabupaten Bogor. Warga berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka: selain kelanjutan dukungan dana, diperlukan komitmen percepatan penanganan, perencanaan jangka panjang, dan sinkronisasi antar‑kecamatan agar urat nadi ekonomi Kampung Cioray benar‑benar berfungsi secara optimal. Mereka tidak hanya ingin melihat perubahan sedikit demi sedikit, tetapi ingin melihat jalan desa ini menjadi fondasi kemajuan yang nyata bagi masa depan warga.
(Redaksi)
Jalan Penghubung Leuwikaret‑Cibodas Kampung Cioray Mulai Diperbaiki Berkat Bantuan Kabupaten Bogor, Petani Ingin Akses Lebih Cepat Selesai








