Lintas Daerah

Demo Tolak Putusan MRP Papua Selatan di Swissbel Hotel Merauke

WAMENA , PAPUA,-BERITAPANTAU.COM

Ratusan masa aksi demo gabungan di Swissbel Hotel Merauke, menolak keras putusan MRP Papua. Masa aksi tergabung dari Lembaga Masyarakat adat Papua dan tim daerah otonomi baru (DOB) serta tim pasukan merah putih. Pasalnya, Tim Pansel Unsur adat bukan LMA, Pansel harus asli orang LMA jika permintaan itu di abaikan maka akan terjadi demo besar besaran dan akan melumpuhkan kota Wamena, sehingga Wamena akan di pimpin oleh masing-masing ketua LMA dan DOB. Selasa, (17/09/2024).

Selain itu, para demonstran minta cabut rekomendasi LMA, dinilai Agus Huby selaku ketua MRP (Majelis Rakyat Papua) gagal menjalankan amanat undang-undang dan ikut terlibat melawan Undang-Undang Otsus.

Selanjutnya, demonstran meminta Pj. Gubernur Papua Pegunungan batalkan TIM Pansel.

Aksi demonstrasi itu menjadi sorotan publik, hal tersebut di tanggapi oleh Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Papua Dr. Lenis Kogoya, STh., M.Hum,

Dikatakan Lenis saat di hubungi aksi demonstrasi di Papua pegunungan terjadi akibat adanya dugaan ada keterlibatan para pemangku kebijakan di pemerintahan yang di nilai tidak akuntabel dan transparan, dia pun mendukung masyarakat lembaga adat melakukan aksi protes dan meminta ketua Pansel provinsi yang memimpin di kabupaten dan kota harus asli masyarakat lembaga adat,

“Saya setuju masyarakat menolak Tim Pansel karena pansel di wilayah pegunungan karena daerah-daerah konflik jadi lebih baik di batalkan dan lembaga adat yang masuk sebagai ketua Pansel provinsi kabupaten kota sesuai undang-undang”,Ujarnya.

Menanggapi masyarakat adat melakukan demo terkait menolak atas sikap pemerintah yang di nilai tidak transparan dan profesional. Maka Lenis Kogoya kembali menegaskan dan berharap,

Seluruh tanah Papua lembaga adat patut untuk menyikapi permintaan LMA. karena hal itu seluruh tanah Papua 6 provinsi semua atas rekomendasikan oleh LMA (lembaga adat), selain itu tidak ada”,Jelasnya

Lanjut kata lenis, “Maka ketua Pansel wajib dari orang asli LMA”,Tegasnya

(Tim/Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Krisis Kepemimpinan di Citeureup: Antara Inkompetensi ASN atau Syahwat Politik Rudy Susmanto?

Beritapantau.com||CITEUREUP – Sikap diam seribu bahasa ditunjukkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat dikonfirmasi mengenai…

21 menit ago

Aliansi PANDAWA: Bupati Bogor Amnesia Janji, Pembukaan Kembali Tambang Adalah Pengkhianatan Terhadap Warga Bogor Barat.

Beritapantau.com||CIBINONG, BOGOR – Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) mengecam keras pernyataan…

34 menit ago

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Apresiasi Sikap Netral Bupati Rudy Susmanto dalam Muscab KONI

Beritapantau.com||BOGOR – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI…

20 jam ago

“Di Balik Upacara Hardiknas, Ada Guru Honor yang Masih Tidak Terdata”

Beritapantau.com||Jasinga Bogor, 4 Mei 2026 - Hardiknas 4 Mei 2026 kembali jadi momen refleksi atau…

1 hari ago

Dugaan Penipuan Program Dapur MBG di Pesantren Jabar, BPIKPNPA RI Siap Kawal hingga Tuntas

Beritapantau.com||Bandung — Sejumlah pengasuh pondok pesantren di wilayah Jawa Barat mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan…

2 hari ago

Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Beritapantau.com||Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum penting…

2 hari ago