PEMERINTAH

“Di Balik Upacara Hardiknas, Ada Guru Honor yang Masih Tidak Terdata”

Beritapantau.com||Jasinga Bogor, 4 Mei 2026 – Hardiknas 4 Mei 2026 kembali jadi momen refleksi atau mungkin lebih tepatnya, momen menunggu. Bukan menunggu penghargaan, melainkan menunggu sesuatu yang lebih mendasar yakni, tentang pintu DAPODIK terbuka.

“Jangankan berharap diangkat PPPK paruh waktu, kejelasan terdata sebagai guru di DAPODIK pun mereka belum dapatkan,” ujar salah satu tenaga pendidik dengan nada yang barangkali sudah lelah antara berharap dan pasrah.

Di tengah semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional, realitas di lapangan justru memperlihatkan ironi yang cukup tajam.

Guru honorer yang selama ini berdiri di garis depan pendidikan masih sibuk memastikan dirinya “diakui ada” dalam sistem.

Sementara itu, negara tampaknya tidak benar-benar berhenti bekerja. Hanya saja, fokusnya sedikit bergeser.

Baru-baru ini, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengangkat sekitar 32.000 pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai PPPK sejak 1 Februari 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam Perpres 115/2025, dengan prioritas jabatan strategis seperti kepala SPPG, ahli gizi, hingga akuntan. Gaji yang ditawarkan pun cukup “mengenyangkan”, berkisar Rp2,2 hingga Rp3,2 juta untuk golongan 3.

Pengamat Jaringan Kebudayaan, Satya Sukma Negara, melihat fenomena ini sebagai bentuk ketimpangan yang sulit diabaikan.

Di satu sisi, negara sigap mengurus dapur dan distribusi gizi. Di sisi lain, ruang kelas, tempat mencetak masa depan, masih menunggu validasi data.

Secara tidak langsung, pesan yang tertangkap pun terasa unik, jika ingin cepat diangkat PPPK, mungkin guru honorer perlu mempertimbangkan alih profesi.

Siapa tahu, menjadi kepala SPPG, mengejar sertifikat ahli gizi, atau belajar akuntansi dapur bisa jadi jalan pintas yang lebih “bergizi” secara karier.

Sebab untuk urusan mengajar, tampaknya dedikasi saja belum cukup. Minimal, pastikan dulu namanya muncul di DAPODIK—kalau pintunya sudah dibuka. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Apresiasi Sikap Netral Bupati Rudy Susmanto dalam Muscab KONI

Beritapantau.com||BOGOR – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI…

4 jam ago

Dugaan Penipuan Program Dapur MBG di Pesantren Jabar, BPIKPNPA RI Siap Kawal hingga Tuntas

Beritapantau.com||Bandung — Sejumlah pengasuh pondok pesantren di wilayah Jawa Barat mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan…

1 hari ago

Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Beritapantau.com||Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum penting…

1 hari ago

Proyek Masjid Nurul Wathon Rp120 Miliar: Megah di Luar, Misterius di Dalam – Di Mana Transparansi Pemkab Bogor?

Beritapantau.com||CIBINONG, BOGOR – Pembangunan Masjid Nurul Wathon yang berlokasi di area mentereng Kabupaten Bogor kini…

1 hari ago

Editorial: Jembatan Retak antara Keringat Buruh dan Bangku Sekolah

Beritapantau.com||Bogor - Mei dibuka dengan dua pengingat besar bagi bangsa ini: Hari Buruh Internasional (1…

2 hari ago

Ketua FPRN Bogor: COMPAS 2026 Jadi Langkah Nyata Bangun Profesionalisme Ormas

Beritapantau.com||OGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor menggelar…

4 hari ago