• Rab. Apr 15th, 2026

MENGEJUTKAN! “Viktory” Depan CCM Terang-terangan Jual Paket Maksiat, Aparat Diminta Bertindak

ByMUHAMMAD WAHIDIN

Apr 8, 2026

Beritapantau.com||CIBINONG – Gema gerakan anti-pungli yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Bogor memang terdengar keras. Namun, masyarakat justru berteriak keras meminta agar Pemkab Bogor tidak hanya sibuk “bersih-bersih” pungli, tapi juga berani menutup “tempat penyakit masyarakat” yang kini makin merajalela dan terang-terangan.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan tajam publik adalah tempat usaha bernama “Viktory” yang berlokasi di ruko depan CCM Cibinong. Tempat ini diduga kuat bukan sekadar tempat pijat refleksi biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi sarang prostitusi atau lokalisasi esek-esek yang beroperasi dengan sangat leluasa.

MODUS KAMUFLASE: BERKEDOK PIJAT, JUAL DIRI SECARA TERANG-TERANGAN
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tempat ini sangat cerdik mengemas penampilannya. Dari luar terlihat seperti tempat usaha yang halal dan resmi. Namun, faktanya sangat jauh berbeda.

Bahkan, keberanian para pengelolanya sudah di luar batas. Mereka tidak lagi sembunyi-sembunyi. Daftar harga jasa “plus-plus” terpampang jelas melalui pamflet yang disebar luas di berbagai media sosial.

Mulai dari tarif per jam, paket bergantian, hingga jenis layanan yang sangat vulgar dan melanggar norma kesusilaan, semuanya ditawarkan secara terbuka seolah-olah ini adalah bisnis yang legal dan diizinkan negara.

PUBLIK BICARA: “PASTI ADA BEKING, JADI KEBAL HUKUM!”
Fenomena tempat hiburan malam yang berubah fungsi menjadi sarang maksiat ini memicu kemarahan warga. Pertanyaan besar yang bergema di masyarakat adalah: Bagaimana bisa tempat seperti ini beroperasi seenaknya tanpa ada gangguan?

Kesimpulan yang muncul di benak publik sangat keras: Tempat ini pasti memiliki “beking” atau perlindungan kekuatan besar di balik layar. Sehingga, mereka merasa aman, merasa kebal hukum, dan tidak takut pada razia maupun penertiban.

“Kalau tidak ada yang melindungi, mana berani mereka pasang harga esek-esek di medsos? Itu bukti mereka merasa paling aman dan punya kekuatan,” geram salah satu warga sekitar.

UJIAN BERAT INTEGRITAS SATPOL PP DAN PENEGAK HUKUM
Kasus ini kini menjadi batu ujian yang sangat nyata bagi integritas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor serta aparat penegak hukum lainnya.

Selama ini masyarakat melihat mereka sering turun tangan menertibkan pedagang kaki lima atau masalah administrasi. Namun, ketika berhadapan dengan tempat hiburan yang jelas-jelas melanggar norma kesusilaan dan hukum positif, justru terlihat lambat dan segan bertindak.

Masyarakat menuntut: Buktikan bahwa kalian tidak pandang bulu! Jangan hanya berani pada yang kecil, tapi takut pada yang besar karena ada “orang dalam”.

Tutup tempat penyakit masyarakat ini! Bongkar siapa dalang dan siapa saja yang menjadi pelindungnya! Jangan biarkan Kabupaten Bogor dicemari oleh tempat-tempat yang merusak moral bangsa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *