PEMERINTAH

Dugaan Praktik “Pengepul Proyek” Mencuat, APH Didesak Bongkar Skandal Upeti 5% di Lingkungan Pemkab Bogor

Beritapantau.com||BOGOR – 22 April, 2026 , Integritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali diguncang isu miring terkait proses pengadaan barang dan jasa. Beredarnya pesan singkat (chat) di grup WhatsApp (WAG) yang diduga berasal dari internal Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kabupaten Bogor mengungkap adanya praktik “pengepul proyek” yang mewajibkan setoran sebesar 5% bagi para pengusaha.

Pesan tersebut menggambarkan keputusasaan asosiasi terhadap tata kelola proyek di Pemkab Bogor saat ini. Disebutkan bahwa kondisi saat ini tidak kondusif, di mana asosiasi resmi tidak lagi dihargai karena dominasi pihak luar yang disebut sebagai “pengepul”. Bahkan, nama oknum berinisial S disebut-sebut sebagai aktor utama dalam pengaturan paket proyek tersebut.


Menanggapi hal ini, elemen masyarakat dan pengamat kebijakan publik mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK, untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Kritik Tajam Terhadap Tata Kelola Pemkab Bogor


“Jika isi pesan tersebut benar, maka ini adalah kemunduran luar biasa bagi Kabupaten Bogor. Praktik ‘pengepul proyek’ dengan ‘upeti’ 5% adalah bentuk korupsi nyata yang merusak iklim usaha dan kualitas infrastruktur. Bagaimana proyek bisa berkualitas jika dari awal sudah dipotong oleh oknum?” ujar [Nama/Lembaga Anda], perwakilan pemerhati pembangunan Bogor.


Pihaknya menegaskan bahwa bungkamnya pemerintah daerah atas isu yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan kontraktor ini hanya akan memperburuk citra Kabupaten Bogor.


*Tuntutan Tegas kepada APH dan Pemerintah:*

   1. Investigasi Segera: Mendesak APH untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang disebutkan dalam pesan tersebut, termasuk oknum yang diduga menjadi “pengepul”.


   2. Transparansi Lelang: Meminta Pemkab Bogor membuka secara transparan proses penunjukan proyek agar tidak ada celah bagi mafia proyek untuk bermain.


   3. Lindungi Pengusaha Lokal: Pemerintah harus mengembalikan fungsi asosiasi konstruksi secara sehat dan tidak membiarkan pengusaha lokal “bermain sendiri” di bawah tekanan pungutan liar.


   4. Audit Khusus: Mendorong Inspektorat Kabupaten Bogor untuk melakukan audit investigatif terhadap paket-paket proyek yang sedang berjalan.


“Demi kemajuan Kabupaten Bogor, kita tidak boleh membiarkan praktik premanisme birokrasi ini terus berlanjut. APH harus bertindak tegas, jangan menunggu laporan formal jika bukti awal (petunjuk) sudah beredar luas di masyarakat. Bogor bukan milik pengepul proyek!” tegasnya.

Pesan berantai tersebut kini menjadi sorotan tajam dan diharapkan menjadi pintu masuk bagi pembersihan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di Bumi Tegar Beriman. (Red)


MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pandeglang Disorot, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum

Beritapantau.com||Pandeglang, Banten — Penanganan perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilaporkan sejak 22 April 2025…

1 jam ago

Lahan Tidur Jadi Produktif: Aksi Nyata Polsek Citeureup Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden

Beritapantau.com||​CITEUREUP – Kepolisian Sektor (Polsek) Citeureup menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional…

3 jam ago

OPINI: Ironi Percepatan Pembangunan di Tengah Lambatnya Pengentasan KemiskinanJakarta, 22 April 2026 .

Beritapantau.com||Bogor - Pemandangan kontras menghiasi wajah Indonesia saat ini. Di satu sisi, kita menyaksikan proyek…

8 jam ago

IRAWANSYAH AKAN GUGAT PN CIBINONG

Beritapantau.com||Cibinong, Bogor - Polemik Seleksi Calon Mediator Hakim pada Pengadilan Negeri Cibinong, menyisakan tandatanya besar,…

22 jam ago

​Gercep! Kapolsek Citeureup Kompol Edi Santosa Intruksikan Anggotanya Evakuasi Truk Mogok di Pertigaan Kambing

Beritapantau.com||​BOGOR – Respon cepat ditunjukkan oleh Kapolsek Citeureup, Kompol Edi Santosa, dalam menangani keluhan masyarakat…

1 hari ago

DUGAAN MONOPOLI E-PURCHASE PERANGKAT DIGITAL DAN SKANDAL SEWA GEDUNG: BPI KPNPA RI BOGOR DESAK EVALUASI TOTAL DINAS PENDIDIKAN

Beritapantau.com||BOGOR, 21 April 2026 – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik…

1 hari ago