Opini

Menanti Kejaksaan Agung Membongkar Borok Transaksional KDMP

Jakarta – Mekanisme pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini berada di titik nadir kepercayaan publik. Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi akar rumput, KDMP disinyalir kuat menjadi target besar berikutnya bagi Kejaksaan Agung RI. Indikasi kebobrokan dalam proses pembangunan proyek ini di berbagai titik bukan lagi rahasia umum.

Masyarakat sudah membaca pola permainannya: ada transaksi gelap yang merugikan keuangan negara sekaligus melukai rasa keadilan warga desa.
Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) secara tegas menyatakan bahwa kondisi KDMP saat ini sudah tidak bisa ditoleransi.

Modus operandi yang terjadi di dalam tubuh KDMP memiliki kemiripan pola dengan skandal korupsi besar seperti kasus BGN dan SPPG—yang berujung pada penangkapan tiga petinggi tertuduh oleh Kejaksaan Agung. Jika pembiaran ini terus berlanjut, KDMP hanya akan menjadi mesin penyedot uang negara yang memperkaya segelintir elite dengan mengorbankan hak-hak masyarakat lokal.

Oleh karena itu, Aliansi PANDAWA mendesak dua langkah konkret demi menyelamatkan uang negara dan hak rakyat:

* Investigasi Total Kejaksaan Agung:
* Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jambidsus) harus segera turun tangan memeriksa seluruh aliran dana pembangunan KDMP di setiap wilayah tanpa pandang bulu.

* Intervensi Total Presiden RI: Presiden RI harus segera melakukan evaluasi radikal dan merombak total sistem tata kelola KDMP agar menjadi transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan warga, bukan kepentingan korporasi atau oknum birokrat.

Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Jika korupsi di sektor BGN dan SPPG bisa dibongkar hingga ke akarnya, maka tidak ada alasan bagi aparat penegak hukum untuk menunda pembersihan di tubuh KDMP.

Publik kini menunggu keberanian Kejaksaan Agung untuk menyeret para aktor intelektual di balik ambruknya tata kelola Koperasi Desa Merah Putih ini ke hadapan meja hijau. (Red-ed)

Ubay

Recent Posts

Panglima Besar Laskar Kuda Putih: Pengakuan Hutan Adat Harus Libatkan Raja dan Sultan

Cirebon, 7 Juni 2026 – Panglima Besar Laskar Kuda Putih Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, Raden…

12 jam ago

Dukung Program Presiden Prabowo, HKTI Jabar Gelar Sarasehan dan Pramusda di Kementan RI

JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat menggelar agenda Silaturahmi DPC dan Sarasehan…

2 hari ago

Aksi Humanis Polsek Citeureup: Konsisten Berbagi Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat dari Dompet Sukarela Anggota

CITEUREUP – Pemandangan hangat dan menyejukkan hati terlihat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mako Polsek)…

2 hari ago

Menuju Bogor Istimewa dan Gemilang, Kades Gunungsari Ajak Warga Maknai HJB ke-544 dengan Aksi Nyata

BOGOR – Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi seluruh…

4 hari ago

Momentum HJB ke-544, Ketua APDESI Citeureup Ajak Sinergikan Potensi Desa Demi Bogor Istimewa Dan Gemilang”

​BOGOR – Kabupaten Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 dengan penuh khidmat dan…

5 hari ago

Sambut HJB 544, Warga Citeureup Puji Integritas dan Pelayanan Nyata PJ Camat Citeureup

BOGOR (3 Juni 2026) – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Kecamatan Citeureup dalam rangka…

5 hari ago