Hukum & Kriminal

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor – Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten Bogor, publik disuguhi tontonan memuakkan: dugaan pembengkakan harga (markup) gila-gilaan dalam proyek digitalisasi di Dinas Pendidikan. Praktik ini bukan sekadar inefisiensi, melainkan indikasi kuat adanya penyelewengan jabatan yang secara sistematis menabrak Instruksi Presiden tentang penghematan anggaran negara.

Secara yuridis, pola pengadaan yang harganya digelembungkan berkali-kali adalah pintu masuk tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Digitalisasi yang seharusnya menjadi alat transparansi, justru “diperkosa” menjadi kedok untuk menyedot kas daerah demi kepentingan segelintir vendor dan oknum birokrat. Jika harga pasar dilewati secara tidak wajar, maka azas Value for Money dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah telah mati di Kabupaten Bogor.

Lebih jauh lagi, kegemaran Dinas Pendidikan menghabiskan anggaran untuk sewa gedung mewah bagi acara-acara seremonial yang berulang adalah bentuk ketidakpekaan sosial (social insensitivity). Di saat ribuan anak di Bogor terancam putus sekolah, anggaran justru mengalir ke pengusaha hotel dan penyedia jasa acara. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap marwah pendidikan yang seharusnya mengedepankan substansi intelektual, bukan kemewahan visual.

Dinas Pendidikan telah kehilangan legitimasi moralnya sebagai lembaga “beradab”. Sebagai instansi yang seharusnya mencetak karakter bangsa, mereka justru mempertontonkan mentalitas “proyek sentris”. Anggaran yang seharusnya bisa dikonversi menjadi Beasiswa Masa Depan atau perbaikan infrastruktur sekolah, justru habis untuk benda mati yang harganya dimainkan dan ruang-ruang rapat ber-AC yang jauh dari realita rakyat

Sudah saatnya Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit investigatif menyeluruh. Jangan biarkan masa depan anak-anak Kabupaten Bogor dikorbankan demi keuntungan vendor digital dan gaya hidup birokrat yang gemar seremoni. Pendidikan adalah hak rakyat, bukan ladang bancakan. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

11 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

11 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

19 jam ago

Respons Bijak Kades Jonggol Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG: Dinas Lingkungan Hidup Sudah Turun Tangan

Beritapantau.com||​JONGGOL, BOGOR – Isu mengenai pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber…

1 hari ago

TANGGAPAN RESMI MASYARAKAT DAN MEDIATerkait Pernyataan Kepala Desa Sukaraharja di Media Sosial

Beritapantau.com||Sukaraharja — Masyarakat Desa Sukaraharja bersama sejumlah insan media menyampaikan keprihatinan mendalam atas unggahan di…

1 hari ago

Sikap Kooperatif Dispora Kabupaten Bogor Dipuji, Bukti Pengembalian Dana Hibah 2024 Dibuka Secara Transparan

Beritapantau.com||​BOGOR – Integritas dan keterbukaan informasi publik ditunjukkan oleh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…

1 hari ago