Peristiwa

KABUPATEN BOGOR TIDAK LAGI “TEGAR BERIMAN”, PENDIDIKAN DIRAMPOK OLEH “DRAKULA” ANGGARAN

Beritapantau.com||BOGOR – Semboyan “Tegar Beriman” yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bogor kini terasa seperti ironi pahit. Hasil investigasi mendalam mengungkap dugaan praktik korupsi sistematis dan masif di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang dilakukan secara terang-terangan, seolah mendapat “restu” dari lemahnya pengawasan penegakan hukum.

Kami mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera turun tangan melakukan intervensi total demi menyelamatkan masa depan anak-anak di Kabupaten Bogor.

Modus Operandi: Digitalisasi atau Penjarahan?
Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi generasi penerus, justru dijadikan ladang perampokan dengan dalih modernisasi. Temuan investigasi menunjukkan pola mengerikan:

Mark-up Gila-gilaan Pengadaan Laptop: Proyek pengadaan laptop untuk Sekolah Dasar (SD) ditemukan mengalami penggelembungan harga yang tidak masuk akal, jauh di atas harga pasar dengan spesifikasi yang meragukan.

Skandal Alat Marching Band: Program pengembangan bakat siswa melalui pengadaan alat marching band tidak luput dari tangan-tangan kotor; anggaran dikuras demi keuntungan pribadi.

Smartboard TV yang “Dirampok”: Proyek papan tulis pintar (smartboard) yang digadang-gadang sebagai tonggak digitalisasi justru menjadi simbol penjarahan anggaran negara.

Pendidikan yang Dihisap “Drakula” Birokrasi.
Praktik ini mirip dengan perilaku drakula: menghisap darah (anggaran) pendidikan hingga kering di saat banyak gedung sekolah di pelosok Bogor masih rusak dan memprihatinkan. Digitalisasi pendidikan hanya dijadikan tameng atau kosmetik untuk menutupi aksi perampokan dana publik

Tudingan “Restu” Penegak Hukum
Hal yang paling mengejutkan dari hasil investigasi ini adalah dugaan adanya pembiaran atau “restu” secara tidak langsung dari oknum penegak hukum. Laporan demi laporan seolah membentur tembok tinggi, menciptakan impunitas bagi para pelaku di Dinas Pendidikan. Jika hukum diam, maka keadilan sedang mati di Kabupaten Bogor.

Tuntutan Kami kepada Presiden RI:
• Instruksikan KPK dan Kejaksaan Agung untuk mengambil alih penyelidikan seluruh proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam 3 tahun terakhir.
• Lakukan audit investigatif menyeluruh oleh BPK/BPKP terkait proyek digitalisasi pendidikan di Bogor.

Sikat habis “Drakula Anggaran” dan oknum penegak hukum yang menjadi pelindung praktik korupsi ini. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

11 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

11 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

19 jam ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

19 jam ago

Respons Bijak Kades Jonggol Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG: Dinas Lingkungan Hidup Sudah Turun Tangan

Beritapantau.com||​JONGGOL, BOGOR – Isu mengenai pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber…

1 hari ago

TANGGAPAN RESMI MASYARAKAT DAN MEDIATerkait Pernyataan Kepala Desa Sukaraharja di Media Sosial

Beritapantau.com||Sukaraharja — Masyarakat Desa Sukaraharja bersama sejumlah insan media menyampaikan keprihatinan mendalam atas unggahan di…

1 hari ago