Opini

Aliansi PANDAWA Kritik Bungkamnya Pembantu Presiden: Jangan Biarkan Prabowo Subianto Salah Sendirian!

JAKARTA – Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) melayangkan kritik keras terhadap sikap diam para menteri, ajudan, asisten, hingga penasihat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

PANDAWA menilai para pembantu presiden gagal menjalankan fungsi kontrol dan masukan strategis saat kepala negara melakukan kekeliruan di ruang publik.

Ketua Koordinator Aliansi PANDAWA, Rizwan Riswanto, menegaskan bahwa seorang pemimpin adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan lupa.

Namun, marwah kepemimpinan tersebut seharusnya dijaga oleh ekosistem penasihat yang berani berbicara jujur, bukan justru membiarkan kekeliruan menggelinding tanpa klarifikasi.

“Kami menyoroti salah satu momen saat Presiden Prabowo Subianto berpidato mengenai hitung-hitungan jumlah dan perkalian yang jelas-jelas keliru.

Ironisnya, tidak ada satu pun menteri atau pembantu dekatnya yang berani meluruskan.

Apakah itu murni lupa, candaan (jokes) presiden, atau justru indikasi bahwa presiden mulai jenuh dan ‘mumet’ menghadapi beban negara? Publik berhak tahu,” ujar Rizwan Riswanto dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Menurut PANDAWA, pembiaran ini menunjukkan mentalitas “asal bapak senang” yang berbahaya bagi komunikasi publik negara.

Seharusnya, jajaran kabinet mengambil tanggung jawab cepat untuk menjelaskan maksud presiden kepada masyarakat, guna menghindari spekulasi dan menjaga wibawa institusi kepresidenan.

Presiden adalah simbol negara dan presiden adalah simbol kewibawaan sebuah bangsa maka dari itu
Aliansi PANDAWA mendesak para menteri dan staf khusus kepresidenan untuk lebih aktif, responsif, dan berani memberikan masukan kritis demi kebaikan jalannya pemerintahan dan hak informasi warga negara.

Kontak Media:
Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara)
Ketua Koordinator: Rizwan Riswanto
(Red)

Ubay

Recent Posts

Klien Ditahan Lama, Kejari Depok Lambat Limpahkan Berkas P21

DEPOK, 3 Juli 2026 — Tim hukum dari Law Firm Ondrasi Hia & Partners menyoroti…

4 jam ago

Sentuhan Humanis Polri: Kompol Edi Santosa Kembali Ajak Personel Polsek Citeureup Berbagi di Hari Jumat

CITEUREUP – Kepolisian Sektor (Polsek) Citeureup kembali menunjukkan aksi nyata yang humanis dan peduli sesama.…

10 jam ago

Sengketa Lahan HGU PT Buana Estate Hambalang: Polisi dan BPN Turun ke Lapangan, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Intimidasi

BOGOR – Polemik status lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Buana Estate di Desa…

12 jam ago

Saling Lempar Tanggung Jawab, Ada Apa di Balik Proyek RPH Dinas Perikanan dan Peternakan?

BOGOR, [03/Juli/2026] – Pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) berupa kandang domba/kambing yang berlokasi di Desa…

13 jam ago

Mekanisme SPMB Bobrok dan Diskriminatif: Ketua BPI KPNPA RI Bogor Sebut Negara Gagal Hadirkan Keadilan Pendidikan.

BOGOR – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di…

17 jam ago

Proyek Siluman di Sungai Cipatujah: Anggaran Bencana Diduga Menyimpang, Material Diambil dari Alam

BOGOR, Beritapantau.com – Proyek penanggulangan bencana berupa pembangunan penahan longsor (bronjong) di tepi Sungai Cipatujah,…

3 hari ago