Ekonomi Kreatif & Budaya

MORATORIUM TIKET UMRAH: FKS PATUH JABAR STOP PENJUALAN, PROTES KERAS KENAIKAN HARGA YANG TIDAK LOGIS

BANDUNG – Peta bisnis perjalanan ibadah ke Tanah Suci sedang dalam kondisi gawat darurat. Dipicu oleh kebijakan maskapai yang mematok tarif tiket pesawat secara ugal-ugalan, para pengusaha travel yang tergabung dalam FKS PATUH Jawa Barat kini bersiap mengambil posisi tawar paling ekstrem: Boikot total.

Ketua FKS PATUH Jabar, H. Wawan R. Misbach, secara tegas menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara penjualan tiket umrah. Langkah ini merupakan bentuk protes atas skema harga maskapai yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran ekonomi.

Logika Angka yang “Cacat”

Wawan membeberkan perhitungan matematis yang menunjukkan adanya ketidakwajaran dalam penetapan harga oleh maskapai:

  • Kenaikan Minyak Dunia: Tercatat hanya sebesar 25%.
  • Kenaikan Tiket Maskapai: Melambung rata-rata hingga 35% atau setara kenaikan Rp5 juta per tiket.
  • Komponen Avtur: Padahal, avtur hanya menyerap sekitar 40% dari total alokasi harga tiket.
  • Harga Wajar: Jika dihitung secara proporsional, kenaikan tarif rute Jakarta-Jeddah seharusnya maksimal berada di angka Rp1,7 juta per kursi.

“Kenaikan ini murni tidak wajar. Kami meminta seluruh anggota untuk menyetop penjualan sampai harga kembali rasional. Jangan biarkan industri ini hancur karena keserakahan satu pihak,” ujar Wawan di sela-sela kegiatan Halal Bihalal baru-baru ini.

Travel Bukan Sapi Perah

Para pelaku usaha merasa maskapai telah kehilangan rasa kemitraan. Selama ini, travel umrah adalah tulang punggung yang memastikan kursi pesawat rute Arab Saudi selalu penuh. Namun, saat permintaan memuncak, maskapai justru “mencekik” travel dengan harga tinggi, memaksakan agen untuk menanggung kerugian besar demi menjaga kredibilitas di depan jamaah.

Ancaman Konsolidasi Nasional

FKS PATUH Jabar memperingatkan bahwa jika tidak ada transparansi dan revisi harga, mereka akan memicu konsolidasi nasional. Bentuk aksinya tidak main-main:

  1. Pengosongan Massal: Membiarkan kursi maskapai tertentu terbang tanpa penumpang.
  2. Rerouting: Pengalihan kuota jamaah ke maskapai yang lebih kooperatif.
  3. Pemutusan Kemitraan: Penghentian kerja sama jangka panjang secara total.

Mendesak Intervensi Pemerintah

Selain ancaman boikot, industri mendesak pemerintah agar segera turun tangan. Tanpa regulasi batas atas yang tegas, biaya umrah akan semakin melangit dan menjadi tidak terjangkau bagi masyarakat kecil. Kondisi ini diprediksi akan melumpuhkan ekosistem perjalanan religi nasional jika dibiarkan tanpa kendali regulator. (red)

Ubay

Recent Posts

Beroperasi TANPA ijin Korean Healthy Life (KHL) Pabuaran jadi sorotan publik

CIBINONG – || Aktivitas layanan yang sudah beroperasi kurang lebih selama dua (2) tahun berkedok…

1 hari ago

Kasus Dugaan TH Kembali Disorot, Satunews.id Ungkap Kesaksian SAA yang Mengaku Korban hingga Dampak Trauma Berkepanjangan

Kota Bandung – Kasus dugaan tindak pidana yang menyeret nama Taufik Hidayat (TH) kembali menjadi…

1 hari ago

BANTUAN TAK BOLEH SALAH SASARAN! PEMDES GUNUNGSARI SALURKAN BLT DANA DESA TRIWULAN II KEPADA 38 KPM

BOGOR | Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup, Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup,…

2 hari ago

RSUD Ciawi Disorot Aktivis GMNI, Manajemen Antrean & Pelayanan Jadi Catatan Evaluasi

Oleh: (Yunandra) Aktivis GMNI Bogor, Sebagai seorang mahasiswa sekaligus bagian dari masyarakat Bogor yang mengamati…

4 hari ago

Sultan Sepuh Cirebon Sampaikan Ucapan Milad untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo

CIREBON – SKC Media Center Dalam suasana penuh rasa syukur dan penghormatan, Keluarga Besar Keraton…

4 hari ago

ALIANSI PANDAWA: Rumah Sakit Anggaran Wah, Rasa Klinik Kecantikan: Aliansi PANDAWA Desak Kejari Cibinong Bongkar Dalang Korupsi RSUD Parung, Jangan Cuma Main Drama!

CIBINONG, BOGOR – Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) angkat bicara terkait…

4 hari ago