Opini

Dari Seremoni Jadi Sia-Sia: Menggugat Logika Pemborosan Anggaran Penanaman Pohon di Jalan Bomang.

BOGOR – Kebijakan publik yang nirperencanaan kembali dipertontonkan secara vulgar di Kabupaten Bogor.

Proyek penanaman pohon di area Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), yang awalnya diglorifikasi sebagai aksi hijau dan kepedulian lingkungan, kini berujung tragis menjadi panggung sandiwara yang membuang-buang anggaran negara dan energi masyarakat.

Hanya berselang beberapa minggu setelah jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berpose manis memegang sekop depan kamera dalam seremoni penanaman pohon, realita pahit di lapangan justru berbalik 180 derajat.

Pohon-pohon muda yang baru mulai berakar tersebut kini tercabut paksa, rata dengan tanah, akibat dikeruk oleh alat berat proyek penggalian jalan di lokasi yang sama.

Kejadian fatal ini memicu pertanyaan besar yang mendasar: Di mana logika berpikir Pemerintah Kabupaten Bogor?

Di mana hati nurani para pembuat kebijakan?

Ironi Perencanaan: Tangan Kanan Menanam, Tangan Kiri Menggusur
Kondisi di Jalan Bomang mencerminkan ego sektoral dan buruknya koordinasi antarinstansi yang sudah berada di tahap kronis.

Bagaimana mungkin sebuah program penghijauan dilakukan di atas lahan yang dalam hitungan hari akan diekskavasi oleh proyek infrastruktur?

Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan bentuk nyata dari pemborosan uang rakyat (APBD).

Setiap rupiah yang keluar dari pajak masyarakat untuk membeli bibit, menyewa tenda seremoni, hingga publikasi, kini terkubur sia-sia di bawah roda-roda besi ekskavator.

Buang-Buang Energi, Kehilangan Kepercayaan Publik
Rakyat tidak hanya disuguhkan tontonan pemborosan anggaran walopun itu anggran CSR atau anggaran APBD , tetapi juga pengikisan ruang moral.

Penanaman pohon yang seharusnya menjadi simbol keberlanjutan masa depan, direduksi menjadi sekadar konten pemenuhan indikator kinerja utama (IKU) atau formalitas laporan kerja belaka. Setelah kamera wartawan mati, nasib pohon-pohon itu diabaikan.

Publik berhak menuntut transparansi dan akuntabilitas:

1. Audit Anggaran: Berapa total biaya yang dihabiskan untuk serangkaian seremoni penanaman pohon yang kini hancur tersebut?

2. Evaluasi Kinerja: Mengapa dinas terkait tidak menyelaraskan jadwal penghijauan dengan masterplan pembangunan jalan?

3. Pertanggungjawaban Publik: Pemkab Bogor harus meminta maaf atas kelalaian perencanaan yang mencederai akal sehat ini.

Pembangunan infrastruktur memang penting, namun pelaksanaannya yang serampangan tanpa sinkronisasi adalah bentuk kebodohan birokrasi.

Stop jadikan isu lingkungan hidup sebagai komoditas citra murah panggung politik jika pada akhirnya hanya untuk dihancurkan kembali.
Mari kawal bersama uang rakyat.

Jangan biarkan anggaran daerah atau CSR sekalipun habis menguap hanya demi seremoni satu hari yang menyisakan kerusakan di hari berikutnya. Rizwan riswanto ketua BPI KPNPA RI BOGOR. (Red-ed)

Ubay

Recent Posts

Hati Nurani Mati? Siswa Yatim SMK Pariwisata Citayam Dilarang Ujian, LSM BPPK RI: Copot Kepseknya atau Kami Laporkan ke KPAI dan Ombudsman!

BOGOR – Dunia pendidikan di Kabupaten Bogor kembali tercoreng oleh tindakan yang dinilai jauh dari…

3 jam ago

Perusahaan diam, pemerintah membisu, DPRD kab Bogor Tutup mata : Transparansi Perizinan PT mortar Indonesia Dipertanyakan ?

Bogor, Aksi mahasiswa dan pemuda digelar di Kabupaten Bogor untuk menyoroti transparansi perizinan PT Mortar…

4 jam ago

“Kepsek SMK Pariwisata Citayam Bojong Gede Larang Anak Yatim Ikut Ujian Karena Belum Bayar SPP”

BOGOR – Dunia pendidikan di Kabupaten Bogor kembali tercoreng oleh tindakan yang dinilai tidak berprikemanusiaan…

1 hari ago

Ketua APALOG Kabupaten Bogor Apresiasi Pelayanan Kepolisian dan Ajak Pengemudi Jalin Kemitraan yang Harmonis

Cakrawala tv, Bogor – Ketua Asosiasi Pengemudi Angkutan Logistik (APALOG) Kabupaten Bogor, Peri Herdiyana, menyampaikan…

2 hari ago

*​Wujud Nyata Polri Peduli Petani, Sat Lantas Polres Kuningan Sukseskan Program Ketahanan Pangan*

Kuningan, 15 Juni 2026 – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung…

4 hari ago

Suara Rakyat Bukan Musuh: Mengawal Kemudi Bangsa Menuju 2045

Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya…

5 hari ago