• Sel. Mei 12th, 2026

MORATORIUM TIKET UMRAH: FKS PATUH JABAR STOP PENJUALAN, PROTES KERAS KENAIKAN HARGA YANG TIDAK LOGIS

ByUbay

Mei 11, 2026

BANDUNG – Peta bisnis perjalanan ibadah ke Tanah Suci sedang dalam kondisi gawat darurat. Dipicu oleh kebijakan maskapai yang mematok tarif tiket pesawat secara ugal-ugalan, para pengusaha travel yang tergabung dalam FKS PATUH Jawa Barat kini bersiap mengambil posisi tawar paling ekstrem: Boikot total.

Ketua FKS PATUH Jabar, H. Wawan R. Misbach, secara tegas menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara penjualan tiket umrah. Langkah ini merupakan bentuk protes atas skema harga maskapai yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran ekonomi.

Logika Angka yang “Cacat”

Wawan membeberkan perhitungan matematis yang menunjukkan adanya ketidakwajaran dalam penetapan harga oleh maskapai:

  • Kenaikan Minyak Dunia: Tercatat hanya sebesar 25%.
  • Kenaikan Tiket Maskapai: Melambung rata-rata hingga 35% atau setara kenaikan Rp5 juta per tiket.
  • Komponen Avtur: Padahal, avtur hanya menyerap sekitar 40% dari total alokasi harga tiket.
  • Harga Wajar: Jika dihitung secara proporsional, kenaikan tarif rute Jakarta-Jeddah seharusnya maksimal berada di angka Rp1,7 juta per kursi.

“Kenaikan ini murni tidak wajar. Kami meminta seluruh anggota untuk menyetop penjualan sampai harga kembali rasional. Jangan biarkan industri ini hancur karena keserakahan satu pihak,” ujar Wawan di sela-sela kegiatan Halal Bihalal baru-baru ini.

Travel Bukan Sapi Perah

Para pelaku usaha merasa maskapai telah kehilangan rasa kemitraan. Selama ini, travel umrah adalah tulang punggung yang memastikan kursi pesawat rute Arab Saudi selalu penuh. Namun, saat permintaan memuncak, maskapai justru “mencekik” travel dengan harga tinggi, memaksakan agen untuk menanggung kerugian besar demi menjaga kredibilitas di depan jamaah.

Ancaman Konsolidasi Nasional

FKS PATUH Jabar memperingatkan bahwa jika tidak ada transparansi dan revisi harga, mereka akan memicu konsolidasi nasional. Bentuk aksinya tidak main-main:

  1. Pengosongan Massal: Membiarkan kursi maskapai tertentu terbang tanpa penumpang.
  2. Rerouting: Pengalihan kuota jamaah ke maskapai yang lebih kooperatif.
  3. Pemutusan Kemitraan: Penghentian kerja sama jangka panjang secara total.

Mendesak Intervensi Pemerintah

Selain ancaman boikot, industri mendesak pemerintah agar segera turun tangan. Tanpa regulasi batas atas yang tegas, biaya umrah akan semakin melangit dan menjadi tidak terjangkau bagi masyarakat kecil. Kondisi ini diprediksi akan melumpuhkan ekosistem perjalanan religi nasional jika dibiarkan tanpa kendali regulator. (red)

By Ubay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *