PEMERINTAH

“Hanya Formalitas Administratif? Longsornya Proyek GOM Rancabungur Ungkap Lemahnya Pengawasan Teknis.”

BOGOR, Beritapantau.com – Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, kini tengah menjadi sorotan tajam. Alih-alih menjadi fasilitas kebanggaan, proyek ini justru memicu kekhawatiran publik setelah terjadi longsor pada sebagian tanah di bibir Setu yang berada tepat di area konstruksi.

​Peristiwa ini memicu tanda tanya besar: Sejauh mana kajian teknis dan analisis geoteknik dilakukan sebelum alat berat diturunkan?

​Lemahnya Analisis Tanah dan Struktur
​Kawasan bibir Setu secara alamiah memiliki karakter tanah yang labil dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah yang tinggi. Secara standar konstruksi, wilayah seperti ini wajib melalui uji stabilitas lereng dan daya dukung tanah (soil test) yang ketat.

​Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemandangan berbeda. Tidak terlihat adanya struktur pengaman permanen seperti dinding penahan tanah (retaining wall) yang sesuai standar teknik sipil. Begitu pula dengan sistem drainase dan pengendalian air yang seharusnya menjadi benteng pertama pencegah erosi.

​”Longsor ini memperkuat dugaan bahwa perencanaan teknis proyek GOM hanya bersifat administratif di atas kertas, tanpa didukung analisis lapangan yang akurat,” ujar salah satu pengamat yang memantau lokasi.

​Kontradiksi Klaim Rampung 2025
​Proyek yang sempat viral karena ketidaksesuaian rencana awal ini diklaim akan rampung pada akhir tahun 2025. Namun, dengan terjadinya longsor saat ini, ketahanan bangunan dalam jangka panjang sangat diragukan. Selain masalah struktur, proyek ini juga disinyalir mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), padahal pengerjaan dilakukan di zona berisiko tinggi.

​Desak Transparansi Dokumen
​Minimnya mitigasi risiko ini menimbulkan keresahan akan potensi kerugian negara. Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait untuk segera:

• ​Melakukan evaluasi teknis menyeluruh secara independen.
• ​Membuka dokumen perencanaan dan hasil uji tanah ke publik.
• ​Meninjau ulang perhitungan struktur yang digunakan pelaksana.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas teknis terkait mengenai kegagalan konstruksi di bibir Setu tersebut. Jika tidak segera diaudit, proyek GOM Rancabungur dikhawatirkan hanya akan menjadi monumen kegagalan yang menghamburkan uang rakyat. (MW)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

13 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

13 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

20 jam ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

20 jam ago

Respons Bijak Kades Jonggol Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG: Dinas Lingkungan Hidup Sudah Turun Tangan

Beritapantau.com||​JONGGOL, BOGOR – Isu mengenai pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber…

1 hari ago

TANGGAPAN RESMI MASYARAKAT DAN MEDIATerkait Pernyataan Kepala Desa Sukaraharja di Media Sosial

Beritapantau.com||Sukaraharja — Masyarakat Desa Sukaraharja bersama sejumlah insan media menyampaikan keprihatinan mendalam atas unggahan di…

1 hari ago