Hukum & Kriminal

Apa Kabar Proyek Bankeu/Samisade Desa Warga Jaya? Masihkah di Realisasikan Meski Penuh Dengan Kejanggalan!!!

BOGOR_Beritapantau.com_Beberapa minggu yang lalu, melalui media ini telah menjadi pemberitaan dugaan adanya Korupsi atau Mark-up anggaran dalam rencana pelaksanaan program Bankeu atau Samisade di Desa Warga Jaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, yang terkonfirmasi di dalam papan kegiatan yang di situ tertera pagu anggaran berikut volume pekerjaan nya

Beberapa indikasi adanya Mark-up/Penggelembungan anggaran di antaranya yakni tinggi nya biaya atau harga yang harus di keluarkan dari uang negara alias APBD Kabupaten Bogor, untuk proyek sejenis dengan spesifikasi pekerjaan yang sama yakni betonisasi dengan ketebalan 0,15 yang bila kita bedah anggaran nya ketemu di angka yang sangat mahal/ tinggi di bandingkan dengan beberapa desa yang lain di Kabupaten Bogor.

Tidak di cantumkannya volume pekerjaan yang lain seperti, perkerasan, TPT, dan gelagar jembatan di papan kegiatan, padahal pekerjaan itu sebenarnya ada menurut keterangan dari salah satu staf desa ketika kami konfirmasi via seluler justru mengundang tanya dan misteri, atau kah di sengaja supaya samar !!!

Menurut informasi yang kami himpun dari beberapa rekan wartawan, berita ini sudah di tanggapi oleh sang Kepala Desa Bpk H.Ooy serta Ketua DPK APDESI Kecamatan Sukamakmur Bpk H.Budianto, hanya dari pihak Kecamatan kami belum mendengar suara dan tanggapan nya, pada hal menurut informasi dari rekan wartawan berita ini sudah di kirim kan ke Pak Camat melalui pesan WA

Sebagai awak media menulis berita sesuai dengan fakta dan temuan di lapangan adalah standar operasional prosedur kami, yang penting kami tidak memuat berita hoax dan fitnah serta yang mengandung tendensi menyerang pribadi seseorang, yang kami kritisi dan kami beritakan tidak lain adalah kebijakannya dan tentunya itu adalah sebagai salah satu wujud menjalankan fungsi dari media sebagai kontrol sosial

Setelah menjadi pemberitaan yang berisi informasi tentang adanya dugaan penyimpangan, selanjutnya kami serahkan kepada pihak-pihak yang berwenang apakah di follow up atau tidak?

Harapan kami dengan adanya pemberitaan ini pihak pihak terkait memberikan koreksi dan teguran kepada Pemerintah Desa atau Kepala Desa Warga Jaya, agar melakukan perbaikan dan evaluasi atas pelaksanaan program Bankeu atau Samisade nya yang di duga ada penyimpangan dan perkaya diri.

Karena sesuai dengan apa yang di sampaikan di dalam pidato presiden Prabowo Subianto yakni tekan dan tutup kebocoran anggaran, namun kembali lagi, adakah niatan dari para pejabat yang di beri tugas dan wewenang untuk melakukan itu? (Redaksi)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

*​Wujud Nyata Polri Peduli Petani, Sat Lantas Polres Kuningan Sukseskan Program Ketahanan Pangan*

Kuningan, 15 Juni 2026 – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung…

21 jam ago

Suara Rakyat Bukan Musuh: Mengawal Kemudi Bangsa Menuju 2045

Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya…

2 hari ago

Ungguli 6 Kandidat Lain, Peri Rizki Dipercaya Pimpin DPC PKB OKU Melalui Keputusan Final

​BATURAJA – Langkah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memasuki…

5 hari ago

Bocoran BAP Kasus Suap MBG Soni Sanjaya: Aliansi PANDAWA Sebut Keserakahan Dilakukan Berjamaah oleh Tokoh Besar

JAKARTA – Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara) mengeluarkan pernyataan sikap kritis…

6 hari ago

BPI KPNPA RI Bogor Raya Kritik Tajam Kinerja Kejari Cibinong: Mandul, Kasus Korupsi Seperti Ditelan Bumi.

BOGOR – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA…

1 minggu ago

Tindakan menyisipkan kegiatan ilegal di luar RPJMD ke dalam RKA/APBD merupakan bentuk kesewenang-wenangan pejabat dan berpotensi kuat masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

Jakarta - Secara yuridis, APBD wajib linier dengan dokumen perencanaan. Jika ada pemaksaan penyusupan agenda…

1 minggu ago