Hukum & Kriminal

Oknum Polisi Dan Oknum Pengacara Lakukan Perdamaian Secara Sepihak Dan Diam Diam

Pontianak, Kalbar –BERITAPANTAU.COM

Penghinaan Wartawan yang dilakukan oleh oknum Polisi Yang bernama Dedy Wahyudi hingga sekarang belum ada kejelasan.

Tidak ada permintaan maaf dari pihak Dedy Wahyudi kepada rekan-rekan wartawan yang telah dilecehkan baik secara lisan maupun tulisan hingga saat ini etikad baik oknum tersebut belum ada.

Bahkan yang Hebatnya ada surat Pernyataan Bersama antara pihak Dedy Wahyudi selaku pihak pertama yang Dengan Yohanes Nenes selaku pihak kedua mentanda tangani Surat tersebut tanpa ada nama pihak-pihak yang dilecehkan.

“Dengan adanya surat pernyataan bersama yang telah dilakukan oleh oknum tersebut itu merupakan suatu penipuan tanpa ada persetujuan dari kami selaku wartawan yang dilecehkan.” Ucap salah seorang wartawan yang telah dilecehkan juga. Jumat (23/8/24)

Saya bersama rekan-rekan yang berprofesi sebagai wartawan tidak terima atas surat yang dibuat oleh pihak Dedy Wahyudi tanpa ada persetujuan dari kami dan anehnya lagi surat tersebut ada Saksinya dan siapa yang menghadirkan saksi tersebut. Geramnya

Saat dikonfirmasi oleh awak media Yohanes Nenes selaku pihak kedua yang juga merupakan profesi sebagai pengacara ini membenarkan bahwa surat pernyataan bersama telah ditandatangani oleh dirinya bersama dedy Wahyudi.

Yohanes Nenes mengatakan “bahwa dedy Wahyudi mendatangi rumah pribadinya sebanyak 4 kali, terakhir dedy datang bersama istrinya untuk meminta saya mentanda tangani surat pernyataan bersama dengan saksi istri nya.” Jelas Nenes

Nenes (sapaan akrabnya) menambahkan bahwa surat itu telah dibuat oleh sdr.dedy Wahyudi selaku pihak pertama

Kasus Dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan ini yang dilakukan oleh oknum polisi bernama Dedy Wahyudi berpangkat AIPDA yang bertugas di wilayah Polresta Pontianak secepatnya diproses apabila tidak ada kepastian maka kami sebagai wartawan yang dilecehkan akan laporkan ke Polda Kalbar.

Tim/Red

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

​Gercep! Kapolsek Citeureup Kompol Edi Santosa Intruksikan Anggotanya Evakuasi Truk Mogok di Pertigaan Kambing

Beritapantau.com||​BOGOR – Respon cepat ditunjukkan oleh Kapolsek Citeureup, Kompol Edi Santosa, dalam menangani keluhan masyarakat…

2 jam ago

DUGAAN MONOPOLI E-PURCHASE PERANGKAT DIGITAL DAN SKANDAL SEWA GEDUNG: BPI KPNPA RI BOGOR DESAK EVALUASI TOTAL DINAS PENDIDIKAN

Beritapantau.com||BOGOR, 21 April 2026 – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik…

12 jam ago

Kades Cipeucang Klarifikasi Isu Pengusiran Wartawan: “Bukan Mengusir, Tapi Tolong Jaga Etika Kebertamuan”

Beritapantau.com||BOGOR – Kepala Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Gopur Atmaja, memberikan klarifikasi tegas terkait…

1 hari ago

OPINI: Menagih Substansi di Balik Tirai Pencitraan Bogor Istimewa.

Beritapantau.com||Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru di bawah kemudi Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro…

2 hari ago

Soroti Alokasi Jalan 7,5%, BPI KPNPA RI Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

Beritapantau.com||BOGOR – Ketua BPI KPNPA RI Bogor, Rizwan Riswanto, memberikan tanggapan atas arahan Gubernur Jawa…

3 hari ago

PANDAWA Desak APH Usut Tuntas Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN di Lingkungan Pemkab Bogor

Beritapantau.com||BOGOR – (17- April- 2026) Koordinator PANDAWA (Pengawal Hak Warga dan Pengawas Anggaran Negara) mengeluarkan…

4 hari ago