Categories: Uncategorized

Hilangnya Rasa Keadilan Dalam Kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah 2024 Prov Papua Barat

PAPUA BARAT -BERITAPANTAU.COM

Merasa dirugikan oleh pihak KPU saat ingin maju sebagai bakal calon kepala daerah kabupaten Teluk Bintuni dari jalur Perseorangan/Nonpartai dengan menyesuaikan amanah Peraturan dan ketentuan sebagai mana yang telah diatur dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pilkada Serentak 2024, Akhirnya pihak dari bakal calon yang digagalkan melanjutkan keberatannya dengan melaporkan KPU Teluk Bintuni Kepada BAWASLU RI Cq- Bawaslu Provinsi Papua Barat Juga Surat Keberatan atau Laporan Pengaduan Akan Sampai Juga Ke KPU RI di Pusat.


Manuel Horna Bakal Calon Bupati Teluk Bintuni menggaku geram atas lambannya kinerja pihak KPU Teluk Bintuni yang akhirnya menyudutkan pihaknya selaku calon perseorangan dinyatakan gagal dalam tahap pendaftaran, Secara tegas dirinya mengatakan Ini jelas jelas kesalahan administarasi yang di perparah dengan tidak mampunya SDM Personil KPU Teluk Bintuni dalam memproyeksikan sempurnanya tahapan demi tahapan Pelaksanaan Tugas yang akan mereka laksanakan, “untuk itu dalam waktu dekat kami Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur Independen Akan membawa hal ini sampai ke Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat” Ujarnya
Dikatakan Manuel Horna, bahwa sesuai fakta yang terjadi di teluk bintuni papua barat nantinya akan mengisi lembar perlembar laporan pengaduan dan keberatan pihaknya atas dasar kinerja KPU Teluk Bintuni yang justru memunculkan rasa Ketidakadilan.
“Tentu ini tidak memberikan rasa keadilan bagi setiap warga negara yang ingin maju dalam waktu satu hari itu untuk memenuhi ambang batas syarat dukungan pencalonan kepala daerah perseorangan,” Ujarnya. (RED)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Janji ‘Babat Sampai Akar’ Tapi Identitas Disembunyikan, Komitmen Bupati Bogor Dipertanyakan.

Beritapantau.com||Bogor - Sungguh luar biasa keren akhirnya kasus jual beli jabatan yang terjadi di lingkungan…

3 jam ago

OPINI: Ironi WTP Kabupaten Bogor—Gelar “Suci” di Tengah Borok AnggaranOleh: RR

Beritapantau.com||Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seharusnya menjadi simbol tertinggi integritas dan transparansi tata kelola keuangan.…

4 jam ago

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

21 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

21 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

1 hari ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

1 hari ago