Hukum & Kriminal

Merasa Tak Menerima Uang 750 Juta, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum

KALIMANTAN BARAT, BERITAPANTAU.com – Mafia tanah sudah jadi rahasia umum, melekat dengan aksi tipu-tipu dan mempermainkan harga suatu bidang tanah hingga persoalan sengketa sampai pemalsuan dokumen tanah. Pemerintah sedang gencar melawan aksi mafia tanah karena sudah mengganggu iklim investasi.

Dalam situasi tersebut nasib Ibu Martina Chin Bong mengeluhkan oknum mafia yang sebelumnya telah di kuasakan selama bertahun-tahun dan itu tak kunjung rampung sertifikat surat hak milik ( SHM) bahkan diduga kuat hingga memalsukan dokumen tandatangan.

Dalam hal tersebut, Martina Chin Bong akan menindaklanjuti kejadian yang menimpa dirinya melalui kuasa non litigasi kepada Linda Susanti yang juga sebagai kordinator Lembaga Swadaya masyarakat Berkoordinasi Provinsi Kalimantan Barat.

Dikatakan Linda, Ibu Martina CB tidak pernah menerima uang sebesar 750 juta rupiah dan tidak pernah menandatanganinya,”Ucap Linda Susanti.

Maka dari itu saya selaku yang di kuasakan dan sebagai penerima kuasa non litigasi akan mengawal proses pelaporan terhadap oknum tersebut yang sudah merugikan materiil ibu Martina Chin Bong”, Ungkapnya Linda

Selanjutnya ketika disembagi oleh awak Media ini, Kordinator Nasional DPP LSM Berkordinasi mengatakan adaya konstilasi pelaksanaan tugas dan pungsi polri selaku penyelenggara tegaknya keadilan hukum di masyarakat tentu harus mengedepankan hukum sebagai panglima jangan jadi ajudan sehingga pelaksanaan prosesnya akan baik dan benar,

“Nah terkait adanya indikasi pemalsuan tandatangan yang kami ketahui dari korda kalbar bahwa atas kwetansi tandaterima uang itu hemat kami sejatinya sudah membuat arah hukum psl 263 pidana terarah ke sebuah penindakan untuk itu secara tegas saya sampaikan atas pelaporan yang sebentar lagi akan terlapor kiranya pihak kepolisian pun harus menerima dan sesegera mungkin bertindak tegas atau menangkap pelakunya”,tegas Marjuddin Nazwar aktifis lembaga sosial kontrol tersebut kepada media saat ditemui di Jakarta (30/09).(Tim/Red)

Ubay

Recent Posts

RSUD Ciawi Disorot Aktivis GMNI, Manajemen Antrean & Pelayanan Jadi Catatan Evaluasi

Oleh: (Yunandra) Aktivis GMNI Bogor, Sebagai seorang mahasiswa sekaligus bagian dari masyarakat Bogor yang mengamati…

1 hari ago

Sultan Sepuh Cirebon Sampaikan Ucapan Milad untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo

CIREBON – SKC Media Center Dalam suasana penuh rasa syukur dan penghormatan, Keluarga Besar Keraton…

1 hari ago

ALIANSI PANDAWA: Rumah Sakit Anggaran Wah, Rasa Klinik Kecantikan: Aliansi PANDAWA Desak Kejari Cibinong Bongkar Dalang Korupsi RSUD Parung, Jangan Cuma Main Drama!

CIBINONG, BOGOR – Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) angkat bicara terkait…

1 hari ago

Pembangunan RSUD Parung Jadi Klinik, BPI KPNPA RI Bogor Desak Kejari Cibinong Transparan Ungkap Proses Hukum

Bogor – Ketua BPI KPNPA RI Bogor, Rizwan Riswanto, mendesak Kejaksaan Negeri Cibinong untuk membuka…

4 hari ago

*Disdik Kabupaten Bogor Tabrak UU Keuangan Negara, Pengelolaan Dana BOS 16 SD di Bogor Amburadul Hingga Rugikan Daerah Miliaran Rupiah, Kadisdik dan Manager BOS Menghindar Dari Konfirmasi Wartawan*

BOGOR – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidakberesan serius dalam pertanggungjawaban keuangan pada 16 Sekolah…

4 hari ago

Pemkab Bogor Dorong Perangkat Daerah Tertib Kelola Arsip Statis

Sukaraja – Pemerintah Kabupaten Bogor Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Arsip…

5 hari ago