Bogor | Beritapantai.com. Aksi penipuan dan penggelapan jual beli tanah terjadi di Desa Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Yang mana akibat kejadian tersebut ratusan orang menjadi korban.
Kejadian tersebut berawal saat pelaku berinisial A menawarkan sebidang tanah dengan luas kurang lebih 100 meter persegi kepada korbannya senilai 50 juta rupiah, namun saat korban menyerahkan uang sebesar 49 juta rupiah Kepada terduga pelaku terkait transaksi jual beli tanah tersebut, pihak pembeli tidak mendapatkan kejelasan hingga saat ini. atas kejadian tersebutlah korban langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. (2/2/2023)
Dari hasil penyelidikan yang di lakukan oleh Polsek Ciomas Polres Bogor tersebut pun tercatat sebanyak 121 orang menjadi korban dan akibatkan total kerugian hingga milyaran rupiah.
Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi SH jelaskan bahwa dari data yang kami kumpulkan terkait aksi penipuan dan penggelapan tersebut , hingga saat ini tercatat kurang lebih sebanyak 121 orang menjadi korban dari aksi terduga Pelaku A ini, dan apabila di akumulasikan kerugian yang ditimbulkan akibat penipuan dan penggelapan tersebut di tafsir mencapai 3,2 miliar rupiah. Saat proses penyelidikan pun masih kami lakukan terkait laporan penipuan dan penggelapan tersebut, ungkap Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi. (Bay)
Beritapantau.com||CIBINONG, 7 MEI 2026 – Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga Dan pengawasan Anggaran Negara) memberikan…
Beritapantau.com||BOGOR, 7 Mei 2026 – Ketegasan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang menolak…
Beritapantau.com||GUNUNG PUTRI – Praktik pengalihan fungsi fasilitas publik secara sepihak kembali terjadi. PT Jakarta Prima…
Beritapantau.com||Bogor Barat kembali berada di persimpangan jalan. Isu pembukaan kembali aktivitas tambang memicu diskursus panas.…
Beritapantau.com||CITEUREUP – Sikap diam seribu bahasa ditunjukkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat dikonfirmasi mengenai…
Beritapantau.com||CIBINONG, BOGOR – Aliansi Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara (PANDAWA) mengecam keras pernyataan…