Opini

OPINI: Menagih Substansi di Balik Tirai Pencitraan Bogor Istimewa.

Beritapantau.com||Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru di bawah kemudi Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade). Namun, belum lama berjalan, aroma pencitraan terasa lebih menyengat dibandingkan esensi pembangunan yang nyata. Alih-alih menyuguhkan transparansi, gaya kepemimpinan pasangan ini cenderung menunjukkan kesan eksklusif dan tertutup, yang dikhawatirkan menjauhkan rakyat dari akses informasi kebijakan publik.

*Pencitraan vs Realitas*
Sejak awal menjabat, panggung politik lokal dibanjiri oleh narasi-narasi simbolis. Memang, membangun citra positif itu perlu, namun jika intensitasnya melebihi kerja taktis di lapangan, hal ini menjadi sinyal bahaya.

*Publik mulai bertanya:*

apakah ini pemerintahan yang bekerja untuk rakyat, atau sekadar sedang membangun “etalase” politik demi kepentingan elektoral jangka panjang?
Kesan Eksklusif dan Gaya Komunikasi
Salah satu kritik paling tajam adalah gaya pemerintahan yang terkesan kurang terbuka.

Mekanisme pengambilan keputusan dan penyerapan aspirasi dinilai masih bersifat top-down dan hanya melibatkan lingkaran tertentu. Pola komunikasi yang kaku ini menciptakan jarak antara pendopo dan gang-gang sempit di Bojonggede hingga pelosok Sukamakmur.
Kiblat Politik: Bayang-bayang KDM dan Prabowo


Gaya kepemimpinan Rudy-Jaro Ade juga tampak sangat berorientasi pada arah politik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dan Presiden RI, Prabowo Subianto. Sinkronisasi kebijakan memang krusial, namun jangan sampai Kabupaten Bogor kehilangan otonomi gagasan.


Kabupaten Bogor memiliki karakteristik unik dan kompleksitas masalah yang tidak bisa hanya diselesaikan dengan sekadar “mengekor” pada gaya kepemimpinan di tingkat atas. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang berani mengambil diskresi lokal yang tepat sasaran, bukan sekadar pelaksana mandat yang sibuk memoles citra agar selaras dengan pusat.

*Kesimpulan*
Rudy Susmanto dan Jaro Ade harus sadar bahwa legitimasi tidak dibangun di atas filter media sosial atau seremoni formal semata. Tanpa arah yang jelas dan transparansi yang jujur, kepemimpinan ini hanya akan diingat sebagai periode “pesta visual” yang minim eksekusi substansial. Saatnya membuka tirai, membuang gengsi pencitraan, dan mulai bekerja nyata untuk rakyat Bogor.

Penulis : Ketua BPI KPNPA RI BOGOR
(Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Dukung Program Presiden Prabowo, HKTI Jabar Gelar Sarasehan dan Pramusda di Kementan RI

JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat menggelar agenda Silaturahmi DPC dan Sarasehan…

22 jam ago

Aksi Humanis Polsek Citeureup: Konsisten Berbagi Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat dari Dompet Sukarela Anggota

CITEUREUP – Pemandangan hangat dan menyejukkan hati terlihat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mako Polsek)…

22 jam ago

Menuju Bogor Istimewa dan Gemilang, Kades Gunungsari Ajak Warga Maknai HJB ke-544 dengan Aksi Nyata

BOGOR – Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi seluruh…

3 hari ago

Momentum HJB ke-544, Ketua APDESI Citeureup Ajak Sinergikan Potensi Desa Demi Bogor Istimewa Dan Gemilang”

​BOGOR – Kabupaten Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 dengan penuh khidmat dan…

3 hari ago

Sambut HJB 544, Warga Citeureup Puji Integritas dan Pelayanan Nyata PJ Camat Citeureup

BOGOR (3 Juni 2026) – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Kecamatan Citeureup dalam rangka…

3 hari ago

Sambut Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang Citeureup Sembelih 6 Sapi dan 4 Kambing

​CITEUREUP – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kecamatan Citeureup menggelar…

1 minggu ago