PEMERINTAH

Kades Cipeucang Klarifikasi Isu Pengusiran Wartawan: “Bukan Mengusir, Tapi Tolong Jaga Etika Kebertamuan”

Beritapantau.com||BOGOR – Kepala Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Gopur Atmaja, memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar mengenai dugaan pengusiran oknum wartawan di kantornya. Saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Gopur menyatakan bahwa narasi pengusiran tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

​Gopur menjelaskan, peristiwa yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan etika bertamu dan saling menghormati antarprofesi. Ia menyayangkan sikap oknum wartawan yang dinilai kurang mengedepankan tata krama saat berkunjung ke ruang kerjanya.

​Kronologi Kejadian.
​Menurut Kades Cipeucang, saat peristiwa itu terjadi, dirinya sedang mengadakan rapat internal yang cukup penting di ruangannya bersama jajaran Kasipem dan rombongan dari pihak Kecamatan Cileungsi.

​”Saat itu kondisi di ruangan sedang ramai, ada Pak Kasipem dan rombongan dari kecamatan. Tiba-tiba ada oknum wartawan yang langsung masuk ‘nyelonong’ tanpa basa-basi atau izin terlebih dahulu, lalu tiba-tiba tangak-tengok di dalam,” ungkap Gopur Atmaja kepada awak media, Senin (20/04).

​Gopur menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya sangat terbuka terhadap kehadiran insan pers. Namun, ia berharap ada mekanisme saling menghargai waktu dan privasi saat sebuah instansi sedang menjalankan agenda kedinasan.

​Pesan Kades: Saling Menghormati Profesi.
​Dalam pernyataannya, Gopur Atmaja menyusun pesan yang menyejukkan namun tegas terkait pentingnya etika profesi di lapangan.

​”Maksud saya, rekan-rekan wartawan juga harus mengerti situasi. Kan bisa tunggu dulu sebentar di ruang tunggu atau di aula. Begitu urusan saya selesai, saya pasti akan menemui teman-teman ke depan. Saya tidak pernah menutup diri,” ujar Gopur.

​”Jadi, tolonglah kita sama-sama menjaga etika dan saling menghormati. Selama ini saya sangat welcome dan bermitra baik dengan teman-teman wartawan. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali, agar sinergi antara pemerintah desa dan media tetap berjalan harmonis,” tambahnya.

​Klarifikasi ini diharapkan dapat mendinginkan suasana dan menjadi pelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya koordinasi dan etika dalam peliputan di instansi pemerintahan. Pihak Desa Cipeucang menyatakan tetap berkomitmen menjaga transparansi informasi kepada publik melalui kemitraan yang sehat dengan media massa. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

OPINI: Menagih Substansi di Balik Tirai Pencitraan Bogor Istimewa.

Beritapantau.com||Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru di bawah kemudi Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro…

1 hari ago

Soroti Alokasi Jalan 7,5%, BPI KPNPA RI Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

Beritapantau.com||BOGOR – Ketua BPI KPNPA RI Bogor, Rizwan Riswanto, memberikan tanggapan atas arahan Gubernur Jawa…

2 hari ago

PANDAWA Desak APH Usut Tuntas Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN di Lingkungan Pemkab Bogor

Beritapantau.com||BOGOR – (17- April- 2026) Koordinator PANDAWA (Pengawal Hak Warga dan Pengawas Anggaran Negara) mengeluarkan…

3 hari ago

Gajah Tekstil Bermain Api: PT Kahaptex Diduga “Minum” Solar Ilegal di Balik Pintu Belakang!

Beritapantau.com||​BOGOR – Predikat sebagai raksasa industri manufaktur tekstil nampaknya tak menjamin PT Kahaptex menjalankan roda…

4 hari ago

Respon Cepat! PSM Gunung Sari Evakuasi Warga ODGJ ke RSJ Marzoeki Mahdi

Beritapantau.com||CITEUREUP – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa…

4 hari ago

Kepala Sekolah “Menghilang”, Dugaan Selisih Rp32,4 Juta Dana BOS SDN Kukun Kian Disorot

Beritapantau.com||Serang, 2026 — Dugaan ketidakterbukaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Kukun, Kecamatan…

4 hari ago