Hukum & Kriminal

Oknum Guru P3K Sekaligus Ketua Karang Taruna di Karawang Diduga Cabuli Siswi di Hotel

Beritapantau.com||KARAWANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang kembali tercoreng. Seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di SMA Negeri 1 Cibuaya, sekaligus sebagai ketua karangtaruna Kecamatan Cibuaya berinisial KN, diduga kuat telah melakukan perbuatan asusila terhadap salah satu siswinya kelas XI yang berinisial AS.

Berdasarkan informasi yang berkembang, perbuatan asusila tersebut diduga terjadi di sebuah hotel di Kabupaten Karawang. Seorang sumber menyatakan, “Perbuatan asusila yang diduga dilakukan KN sudah dilakukan sebuah hotel dengan bukti pengakuan korban dan bukti WhatsApp si korban”.

Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa dan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pihak SMA Negeri 1 Cibuaya belum memberikan keterangan resminya hingga saat ini.

Orang tua korban “A” membenarkan peristiwa yang menimpa anaknya. Saat ini, keluarga korban sedang dalam kondisi yang shock berat dan orang tua korban juga bercerita tentang kondisi psikologis anaknya yang masih terguncang, serta si anak juga mengakui  telah melakukan perbuatannya dengan oknum guru tersebut.

Salah seorang keluarga korban, mengungkapkan, hingga saat ini si anak sulit untuk komunikasi baik dengan keluarga maupun dengan pihak luar. Akan tetapi, pihak orang tua korban meminta kepada pihak keluarga yang lainnya untuk melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian atau di proses hukum dan menjadi efek jera kepada pelaku.

“Korban dikabarkan terus menangis dan mengunci diri di kamarnya hingga tidak dapat memberikan keterangan. Dalam hal ini keluarga korban berniat akan memproses hukum oknum guru ke pihak Kepolisian. Selain itu, keluarga berharap kepada pihak sekolah untuk menindaklanjuti masalah ini dan menindak tegas oknum guru yang melakukan perbuatan asusila ini agar citra sekolah baik dimata masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan, oknum guru atau pelaku asusila tersebut saat datangi ke sekolahnya tidak ada ditempat. Menurut keterangan dari pihak sekolah, oknum guru tersebut sudah dua hari tidak ada masuk ke sekolah.

Sementara, menanggapi kedatangan orang tua korban ke sekolah, pihak sekolah meminta waktu dua hari kepada pihak keluarga korban untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak oknum guru tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala sekolah dan Humas SMAN 1 Cibuaya terkesan menghindar dan semaunya membungkam. Dihubungi melalui WhatsApp telepon selulernya keduanya tidak ada respon sama sekali.. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

12 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

12 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

19 jam ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

20 jam ago

Respons Bijak Kades Jonggol Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG: Dinas Lingkungan Hidup Sudah Turun Tangan

Beritapantau.com||​JONGGOL, BOGOR – Isu mengenai pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber…

1 hari ago

TANGGAPAN RESMI MASYARAKAT DAN MEDIATerkait Pernyataan Kepala Desa Sukaraharja di Media Sosial

Beritapantau.com||Sukaraharja — Masyarakat Desa Sukaraharja bersama sejumlah insan media menyampaikan keprihatinan mendalam atas unggahan di…

1 hari ago