Pendidikan & Budaya

“Nuzulul Qur’an di Sebasa Lemdiklat Polri: Memperkuat Integritas dan Spiritualitas dalam Transformasi Polri Presisi”

JAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti Sekolah Bahasa (Sebasa) Lemdiklat Polri pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam rangka mengisi momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Sebasa Lemdiklat Polri menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang menghadirkan penceramah terkemuka, Dr. Firdaus Turmudzi, M.Hum.

Acara yang mengusung tema “Ramadan, Nuzulul Qur’an, dan Idul Fitri: Meningkatkan Iman, Takwa, dan Profesionalisme guna Menguatkan Soliditas dalam Mendukung Transformasi Polri untuk Masyarakat” ini menjadi ajang refleksi spiritual sekaligus penguatan integritas bagi seluruh personel kepolisian.

Al-Qur’an sebagai Kompas Moral Aparatur Negara

Dalam tausyiahnya, Dr. Firdaus Turmudzi menekankan bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk kembali menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup (way of life). Bagi anggota Polri, nilai-nilai Al-Qur’an sangat relevan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Iman dan takwa adalah fondasi. Tanpa itu, profesionalisme akan kehilangan ruhnya. Profesionalisme yang dibimbing oleh Al-Qur’an adalah profesionalisme yang beretika, jujur, dan berpihak pada kebenaran,” ujar Dr. Firdaus di hadapan para hadirin.

Ia menjelaskan bahwa transformasi Polri yang dicita-citakan saat ini memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual dan fisik, tetapi juga matang secara spiritual. Al-Qur’an mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati—tiga pilar utama yang dibutuhkan untuk meraih kepercayaan publik.

Meningkatkan Soliditas melalui Spirit Ramadan

Lebih lanjut, Dr. Firdaus menguraikan hubungan antara puasa Ramadan dengan penguatan soliditas internal organisasi. Puasa mengajarkan kesabaran dan kebersamaan. Di lingkungan Polri, khususnya di lembaga pendidikan seperti Sekolah Bahasa, soliditas adalah kunci utama dalam mencetak personel yang mampu berinteraksi secara global tanpa melupakan akar nilai lokal dan religi.

“Soliditas tidak tumbuh dari perintah semata, tapi dari hati yang sama-sama bersih. Ramadan adalah momentum ‘cleansing’ atau pembersihan diri, sehingga ego pribadi luruh demi kepentingan organisasi dan masyarakat luas,” tambahnya.


Profesionalisme dalam Pelayanan Masyarakat

Salah satu poin krusial dalam tausyiah tersebut adalah bagaimana nilai-nilai Nuzulul Qur’an diimplementasikan dalam transformasi Polri yang lebih modern dan humanis. Dr. Firdaus mengingatkan bahwa setiap ayat Al-Qur’an yang mengajarkan tentang keadilan harus menjadi inspirasi bagi setiap langkah penyidikan, pengamanan, dan pelayanan yang dilakukan kepolisian.

Dengan penguasaan bahasa yang dipelajari di Sebasa, personel Polri diharapkan mampu membawa pesan-pesan perdamaian dan keadilan ini ke kancah internasional, menunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang berkelas dunia namun tetap memegang teguh nilai-nilai religiusitas.

Menuju Idul Fitri dengan Kemenangan Sejati

Menutup rangkaian acaranya, Dr. Firdaus mengajak seluruh keluarga besar Lemdiklat Polri untuk memanfaatkan sisa hari di bulan Ramadan dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Harapannya, saat merayakan Idul Fitri nanti, personel Polri tidak hanya kembali ke fitrah dalam arti ritual, tetapi juga kembali ke fitrah sebagai abdi negara yang tulus.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menerangi jalan transformasi Polri menuju institusi yang dicintai dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Acara peringatan Nuzulul Qur’an ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran tugas Polri dalam menjaga kamtibmas di seluruh penjuru negeri. Melalui kegiatan ini, Sebasa Lemdiklat Polri membuktikan bahwa pengembangan kompetensi bahasa harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter spiritual.

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

*​Wujud Nyata Polri Peduli Petani, Sat Lantas Polres Kuningan Sukseskan Program Ketahanan Pangan*

Kuningan, 15 Juni 2026 – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung…

5 jam ago

Suara Rakyat Bukan Musuh: Mengawal Kemudi Bangsa Menuju 2045

Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya…

1 hari ago

Ungguli 6 Kandidat Lain, Peri Rizki Dipercaya Pimpin DPC PKB OKU Melalui Keputusan Final

​BATURAJA – Langkah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memasuki…

4 hari ago

Bocoran BAP Kasus Suap MBG Soni Sanjaya: Aliansi PANDAWA Sebut Keserakahan Dilakukan Berjamaah oleh Tokoh Besar

JAKARTA – Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara) mengeluarkan pernyataan sikap kritis…

5 hari ago

BPI KPNPA RI Bogor Raya Kritik Tajam Kinerja Kejari Cibinong: Mandul, Kasus Korupsi Seperti Ditelan Bumi.

BOGOR – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA…

6 hari ago

Tindakan menyisipkan kegiatan ilegal di luar RPJMD ke dalam RKA/APBD merupakan bentuk kesewenang-wenangan pejabat dan berpotensi kuat masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

Jakarta - Secara yuridis, APBD wajib linier dengan dokumen perencanaan. Jika ada pemaksaan penyusupan agenda…

1 minggu ago