Pendidikan & Budaya

Menjaga Adab, Merawat Bangsa: Ziarah Sultan Sepuh Cirebon ke Makam Presiden ke-3 RI

Beritapantau.com||Jakarta – Dalam suasana khidmat dan penuh ketulusan, Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), Sultan Sepuh Cirebon, KGSS. Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., melaksanakan ziarah ke makam Presiden Republik Indonesia ke-3, B. J. Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Ziarah ini bukan sekadar kunjungan penghormatan, melainkan manifestasi nilai luhur Adab Nusantara kepada para pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam keheningan doa yang dipanjatkan, terkandung penghargaan mendalam atas jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum dalam membangun peradaban bangsa.

Sebagai Ahli Waris Historis Nusantara dan Dipertuan Agung DAN-RI, Sultan Sepuh menegaskan bahwa kekuatan terbesar bangsa ini tidak semata terletak pada jabatan dan kekuasaan, melainkan pada adab, tata krama, serta penghormatan kepada para pemimpin negeri. Warisan budaya Nusantara mengajarkan bahwa kehormatan lahir dari sikap rendah hati, kebijaksanaan, dan keteladanan yang terus diwariskan lintas generasi.

Langkah ziarah ini menjadi simbol perjalanan nilai — menghidupkan kembali marwah budaya dan etika kepemimpinan bangsa di tengah dinamika zaman. Di pusara Presiden ke-3 RI, doa dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian beliau kepada NKRI.

Apa yang dilakukan Dipertuan Agung DANRI merupakan contoh nyata sebagai pemimpin Nusantara yang beradab dan berbudi luhur. Hal ini menggambarkan sebuah kebesaran hati pemimpin historis negara awal kepada Negara Baru yaitu NKRI — sebuah sikap kenegarawanan yang menempatkan persatuan, penghormatan, dan kesinambungan sejarah di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan.

Keteladanan ini menjadi cermin bahwa kepemimpinan sejati tumbuh dari sikap hormat kepada sejarah, kesetiaan pada nilai, serta komitmen menjaga persatuan bangsa. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa menjaga persatuan dan kehormatan negara dimulai dari menjaga adab dalam setiap peran dan pengabdian.

Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi penguat persatuan, penjaga kehormatan NKRI, serta inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Nusantara. (MW)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Janji ‘Babat Sampai Akar’ Tapi Identitas Disembunyikan, Komitmen Bupati Bogor Dipertanyakan.

Beritapantau.com||Bogor - Sungguh luar biasa keren akhirnya kasus jual beli jabatan yang terjadi di lingkungan…

2 jam ago

OPINI: Ironi WTP Kabupaten Bogor—Gelar “Suci” di Tengah Borok AnggaranOleh: RR

Beritapantau.com||Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seharusnya menjadi simbol tertinggi integritas dan transparansi tata kelola keuangan.…

3 jam ago

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

20 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

20 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

1 hari ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

1 hari ago