PEMERINTAH

Nyalakan Asa Warga Kurang Mampu, PLN UP3 Gunung Putri dan ULP Citeureup Tuai Apresiasi di Desa Sukahati

​BOGOR, Beritapantau.com – Cahaya kebahagiaan kini menyinari rumah-rumah warga kurang mampu di Desa Sukahati. Melalui kolaborasi nyata, PLN UP3 Gunung Putri bersama ULP Citeureup merealisasikan program pemasangan meteran listrik gratis bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri, Kamis (12/2/2026).

​Program ini bukan sekadar penyambungan kabel, melainkan upaya PLN dalam menjamin keadilan energi dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

​Bantuan Lengkap Hingga Instalasi
​Tak hanya memberikan kWh meter secara cuma-cuma, PLN UP3 Gunung Putri juga menanggung biaya instalasi di dalam rumah. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 10 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sukahati telah merasakan manfaat langsung dari program ini.

​”Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Sukahati, khususnya para penerima manfaat, agar produktivitas dan kualitas hidup mereka meningkat,” ujar salah satu petugas PLN di lapangan.

​Apresiasi dari Karang Taruna
​Langkah konkret PLN ini mendapat sambutan hangat dari tokoh pemuda setempat. Kang Encep (yang akrab disapa Kang Enjoy), selaku Ketua Karang Taruna Desa Sukahati, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kepedulian PLN.

​”Saya, atas nama Karang Taruna Desa Sukahati sekaligus mewakili warga penerima manfaat, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UP3 Gunung Putri dan ULP Citeureup. Bantuan ini sangat menyentuh kebutuhan dasar warga kami. Semoga PLN semakin jaya!” ungkap Kang Enjoy dengan penuh semangat.

​Mewujudkan “Light Up The Dream”
​Inisiatif ini sejalan dengan program nasional PLN bertajuk Light Up The Dream (LUTD). Program ini merupakan gerakan kemanusiaan di internal PLN untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik. Di wilayah Bogor, sinergi antara UP3 Gunung Putri dan ULP Citeureup terbukti berhasil memberikan dampak positif langsung ke jantung masyarakat pedesaan.

​Dengan adanya listrik mandiri, warga kini tidak lagi bergantung pada sambungan tetangga, sehingga aspek keamanan kelistrikan di rumah mereka jauh lebih terjamin. (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Janji ‘Babat Sampai Akar’ Tapi Identitas Disembunyikan, Komitmen Bupati Bogor Dipertanyakan.

Beritapantau.com||Bogor - Sungguh luar biasa keren akhirnya kasus jual beli jabatan yang terjadi di lingkungan…

2 jam ago

OPINI: Ironi WTP Kabupaten Bogor—Gelar “Suci” di Tengah Borok AnggaranOleh: RR

Beritapantau.com||Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seharusnya menjadi simbol tertinggi integritas dan transparansi tata kelola keuangan.…

3 jam ago

“Anggaran Rp70,6 Juta, Realisasi Rp51 Juta: Ke Mana Sisa Dana Honor di SDN 1 Kertaraharja?”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 – Dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran honor di SDN 1…

20 jam ago

“Diduga Sistematis, Dana PIP Siswa SDN 1 Kertaraharja Raib: Oknum Kepala Sekolah Lama Disorot, LBH Tunas Bangsa Minta APH Bertindak Tegas”

Beritapantau.com||Lebak, 15 April 2026 — Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di…

20 jam ago

Ironi Pendidikan di Kabupaten Bogor: Antara Proyek Fiktif Efisiensi dan Hilangnya Nalar Edukasi.

Beritapantau.com||Bogor - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah…

1 hari ago

Tragedi Anggaran Pendidikan Bogor: Digitalisasi atau Korupsi Gaya Baru?

Beritapantau.com||Bogor - Di tengah teriakan kesulitan biaya sekolah dan rusaknya ruang kelas di pelosok Kabupaten…

1 hari ago