• Kam. Jan 15th, 2026

Terulang Kembali: Truk Ekspedisi PT ILUFA GIGA BAHANA Hantam Pagar di Sukahati, Keselamatan Warga Terancam

ByMUHAMMAD WAHIDIN

Jan 8, 2026

​CITEUREUP, Beritapantau.com – BOGOR, Insiden rem blong kembali menghantui warga Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup. Sebuah truk ekspedisi milik PT ILUFA GIGA BAHANA dilaporkan hilang kendali akibat kegagalan sistem pengereman, yang memicu kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar jalur perlintasan industri tersebut.

​Peristiwa ini merupakan kejadian kedua kalinya dalam waktu yang berdekatan. Sebelumnya, truk dari perusahaan yang sama juga mengalami kecelakaan serupa hingga menghantam rumah salah satu warga bernama Endin (Onong) di wilayah RT 01/05 Desa Sukahati.

​Kronologi Kejadian
​Berdasarkan pantauan di lapangan, kecelakaan kali ini terjadi di kawasan Kp. Tegal Jambu. Sopir truk yang diketahui bernama Albu mengungkapkan bahwa ia menyadari adanya gangguan fungsi rem sejak berada di posisi jalan yang menurun.

​”Mobil mengalami gangguan rem sejak dari atas. Saya berpikir kalau diteruskan ke bawah, saya takut akan ada korban jiwa. Akhirnya saya putuskan untuk membelokkan setir dan menabrakkan mobil ke pagar gudang,” ujar Albu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​Warga Merasa Terancam
​Meski kedua insiden tersebut tidak memakan korban jiwa, rentetan kecelakaan ini memicu keresahan bagi penduduk RT 01/05 Kp. Jamakir. Posisi rumah warga yang berada tepat di pinggir jalur utama kendaraan berat milik perusahaan membuat mereka merasa tidak aman.

​”Jelas kami khawatir dan was-was. Ini sudah kejadian yang kedua kalinya. Kami setiap hari tinggal di pinggir jalan yang dilalui mobil-mobil besar perusahaan ini,” tutur salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Status Evakuasi
​Hingga berita ini diturunkan, posisi truk ekspedisi tersebut masih berada di titik kecelakaan dan belum dilakukan proses evakuasi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT ILUFA GIGA BAHANA yang memuat barang dari PT CKI berlokasi di Jl. Sarinembah terkait kondisi kelayakan armada mereka yang terus memicu insiden di pemukiman warga.

​Masyarakat kini berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait dan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan kendaraan operasional perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang dan memakan korban di masa mendatang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *