Uncategorized

Ibunda Sultan Sepuh Wafat, Zuriah Sunan Gunung Jati Pemangku Adat Santana Kesultanan Cirebon Sampaikan Takziah

Cirebon, Beritapantau.com — Keluarga besar zuriah Sunan Gunung Jati, zuriah Sunan Gunung Cakrabuana, serta Pangeran Cakrabuana yang tergabung dalam pemangku adat Santana Kesultanan Cirebon (SKC) mendatangi kediaman Sultan Sepuh
Cirebon, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh (KGSS) Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., untuk menyampaikan takziah atas wafatnya ibunda tercinta, Ibu Suri Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih.

Rombongan yang hadir terdiri dari sejumlah pemangku adat SKC, di antaranya Rd. Amri, Rd. Muhaimin, Rd. Hartono, Rd. Ali, Raden Ayu Suherti, serta Panglima Laskar Maung Bodas Rd. Ibra. Kehadiran mereka mencerminkan kedekatan emosional dan batin yang kuat dengan almarhumah semasa hidupnya.

Selain menjabat sebagai Sultan Sepuh Cirebon, KGSS Pangeran Heru Rusyamsi juga merupakan Ketua Umum Santana Kesultanan Cirebon sekaligus Ketua Buhun Pemangku Adat SKC Nusantara.
Kedatangan para wargi SKC disambut hangat dalam suasana duka yang khidmat dan penuh kekeluargaan.

Sultan Sepuh menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas doa, perhatian, dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh zuriah dan pemangku adat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh zuriah Sunan Gunung Jati, zuriah Sunan Gunung Cakrabuana, serta para pemangku adat Santana Kesultanan Cirebon atas doa dan kebersamaan yang diberikan kepada kami sekeluarga,” ujar Sultan Sepuh.

Menurutnya, almarhumah Ibu Suri Sultan Sepuh memiliki peran penting sebagai penyemangat dan penopang moral dalam perjuangan sejarah Peteng Santana Kesultanan Cirebon, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SKC.

“Kebersamaan ini menjadi energi moral bagi kami untuk terus melangkah ke depan, berjuang bersama menjadikan Cirebon sawiji dan bangkit untuk Nusantara,” tambahnya.

Kehadiran para wargi SKC tersebut sekaligus menegaskan bahwa Santana Kesultanan Cirebon tetap ada, tetap kompak, dan tetap solid dalam menemani serta menguatkan perjuangan Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih dalam menjaga nilai sejarah, adat, dan persatuan Nusantara.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhumah, sebagai wujud penghormatan terakhir sekaligus peneguhan nilai persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan di lingkungan Kesultanan Cirebon. (Redaksi)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Sambut Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang Citeureup Sembelih 6 Sapi dan 4 Kambing

​CITEUREUP – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kecamatan Citeureup menggelar…

4 hari ago

Akses Lebih Lancar, Ekonomi Lebih Maju: Pemdes Tegal Panjang Wujudkan Aspirasi Warga Lewat Dana Desa

Beritapantau.com||BOGOR, 26 Mei 2026 – Pemerintah Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, resmi merealisasikan…

5 hari ago

BPI KPNPA RI BOGOR RAYA DESAK EVALUASI TOTAL PERBUP 44/2023 DAN SIAPKAN UJI MATERIL KE MAHKAMAH AGUNG TERKAIT FASILITAS MEWAH DPRD KABUPATEN BOGOR CIBINONG,

BOGOR – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA…

5 hari ago

Wujudkan Hak Pendidikan Semua Warga, Sekolah BIU Gandeng Kemendikbud Buka Kelas Gratis di Desa Leuwinutug Citeureup

CITEUREUP – Sebuah langkah progresif dalam dunia pendidikan nonformal resmi dimulai di Kabupaten Bogor. Sekolah…

6 hari ago

PT Jakarta Prima Cranes Kangkangi Aturan, Abaikan Surat Himbauan Resmi UPT Perhubungan Cileungsi

BOGOR – Sikap masa bodoh dan dugaan pembangkangan terhadap aturan daerah dipertontonkan oleh PT Jakarta…

6 hari ago

TIDAK MENDAPATKAN JAWABAN, IRAWANSYAH BANDING PENGADILAN TINGGI.

Beritapantau.com||Cibinong - Saat ini saya sedang melakukan Banding Upaya Adminstratif ke Pengadilan Tinggi Bandung, Hal…

6 hari ago