Krisis Air Bersih Kabupaten Bogor: Warga Keluhkan Prosedur Bantuan yang Berbelit

KABUPATEN BOGOR — Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor kini bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan menjelma menjadi bencana birokrasi. Saat sumur-sumur warga sudah mengering dan tenggorokan mulai haus, masyarakat justru dihadapkan pada tembok prosedur yang kaku.

Setiap kali warga mengetuk pintu instansi untuk meminta bantuan air bersih, jawaban yang diterima selalu sama: “Silakan hubungi BPBD.” Semua pihak kompak melempar tanggung jawab, membuat jalur evakuasi kemanusiaan ini menjadi sangat panjang dan berbelit. Padahal, air adalah urusan hidup dan mati yang tidak bisa ditunda oleh selembar surat disposisi. Warga butuh truk tangki air datang hari ini, bukan janji manis setelah rapat koordinasi selesai.

Jeritan minta tolong menggema dari pelosok Kabupaten Bogor. Warga yang dilanda krisis air bersih kini harus berjuang ganda: melawan rasa haus dan menghadapi panjangnya birokrasi. Di tengah kondisi darurat, permohonan bantuan air bersih justru dioper dari satu meja ke meja lain, bermuara pada satu pintu tunggal di BPBD.

Alur yang panjang ini membuat bantuan kemanusiaan terasa lambat, sementara matahari terus membakar harapan warga. Bagi rakyat kecil, prosedur itu nomor dua; perut yang haus dan anak-anak yang butuh mandi adalah prioritas utama. Sudah saatnya ego sektoral dipangkas demi keselamatan warga. Jangan biarkan regulasi membunuh rasa kemanusiaan kita.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *