TNI POLRI

Mediasi Damai Dipimpin Kapolsek Citeureup: Konflik Harga Ayam di PT Arjuna Berakhir Kondusif

Citeureup, Bogor — Situasi memanas antara pedagang ayam dari Pasar Tohaga-2 dan pihak PT Arjuna akhirnya berhasil diredam melalui upaya mediasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Citeureup, Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., Kamis pagi (07/08/2025). Kegiatan berlangsung di Toko PT Arjuna, Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, dan sempat memicu gangguan arus lalu lintas serta ketertiban umum.

Sejak pukul 08.40 WIB, lebih dari 80 orang berkumpul di lokasi, memprotes perbedaan harga ayam potong. Melihat potensi konflik yang dapat meluas, Kapolsek segera berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam Citeureup untuk memindahkan proses dialog ke Kantor Kecamatan Citeureup. Di sana, kedua belah pihak difasilitasi untuk melakukan mediasi.

“Jumlah massa yang cukup besar bisa memunculkan persoalan baru apabila tidak segera kita tangani secara damai. Maka kami arahkan proses ke ruang mediasi agar kondusif,” ungkap Kompol Ari Nugroho.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., turut menegaskan pentingnya kecepatan aparat dalam merespons setiap dinamika sosial di lapangan. Menurutnya, sistem buddy system serta prinsip sigap dan cepat respon harus diterapkan di seluruh jajaran Polres Bogor demi menjaga kepercayaan publik.

“Polisi tidak boleh lambat merespons. Kehadiran kita sangat menentukan dalam membangun kepercayaan dan rasa aman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Adapun inti permasalahan dalam unjuk rasa ini adalah kenaikan harga ayam potong yang dijual pedagang di Pasar Tohaga-2 mencapai Rp35.000 per ekor. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan pihak PT Arjuna yang merasa dirugikan secara komersial.

Namun setelah proses mediasi yang cukup intensif, akhirnya disepakati harga ayam potong dipatok di angka Rp35.000 per ekor, dan dituangkan dalam surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua pihak. Seluruh proses berjalan damai dan tertib.

“Kami turunkan 9 personel Polsek Citeureup untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan situasi tetap kondusif. Ini bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, memastikan Harkamtibmas terjaga dan mencegah potensi kericuhan seperti penjarahan, kerusakan, dan kemacetan,” pungkas Kompol Ari Nugroho.

Dengan selesainya mediasi ini, aktivitas masyarakat di wilayah Citeureup kembali normal. Keberhasilan ini menjadi contoh penting bahwa sinergi antara aparat, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dapat menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.

Ubay

Recent Posts

Dukung Program Presiden Prabowo, HKTI Jabar Gelar Sarasehan dan Pramusda di Kementan RI

JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat menggelar agenda Silaturahmi DPC dan Sarasehan…

1 hari ago

Aksi Humanis Polsek Citeureup: Konsisten Berbagi Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat dari Dompet Sukarela Anggota

CITEUREUP – Pemandangan hangat dan menyejukkan hati terlihat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mako Polsek)…

1 hari ago

Menuju Bogor Istimewa dan Gemilang, Kades Gunungsari Ajak Warga Maknai HJB ke-544 dengan Aksi Nyata

BOGOR – Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi seluruh…

3 hari ago

Momentum HJB ke-544, Ketua APDESI Citeureup Ajak Sinergikan Potensi Desa Demi Bogor Istimewa Dan Gemilang”

​BOGOR – Kabupaten Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 dengan penuh khidmat dan…

3 hari ago

Sambut HJB 544, Warga Citeureup Puji Integritas dan Pelayanan Nyata PJ Camat Citeureup

BOGOR (3 Juni 2026) – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Kecamatan Citeureup dalam rangka…

3 hari ago

Sambut Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang Citeureup Sembelih 6 Sapi dan 4 Kambing

​CITEUREUP – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kecamatan Citeureup menggelar…

1 minggu ago