Beritapantau.com||CIANJUR – Kepala Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Budi Rahman, akhirnya buka suara terkait insiden yang sempat viral di berbagai platform media sosial belakangan ini. Dalam sesi klarifikasi intensif melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Pimpinan Redaksi Beritapantau.com, Budi secara tegas membantah narasi kekerasan yang dialamatkan kepadanya.
Wawancara yang berlangsung selama kurang lebih 22 menit 13 detik tersebut digunakan Budi Rahman untuk membeberkan kronologi dari sudut pandangnya. Ia menyatakan bahwa pemberitaan mengenai aksi “pemitingan” dan pendorongan terhadap warga bernama Ardi alias Dions sama sekali tidak benar.
”Saya ingin masyarakat tahu fakta yang sebenarnya. Melalui pembicaraan ini, saya tegaskan tidak ada aksi pemitingan atau mendorong Saudara Dions. Berita yang beredar sudah melenceng dari apa yang terjadi di lapangan,” tegas Budi dalam sambungan telepon tersebut.
Budi juga menambahkan poin krusial bahwa hubungan antara dirinya dan Dions sangat dekat. “Dions itu bukan orang lain, kami ini masih keluarga, masih ada ikatan saudara. Sangat tidak masuk akal jika saya melakukan kekerasan yang dituduhkan itu,” tambahnya.
Statement Kades Sukaraharja (Budi Rahman).
”Melalui klarifikasi selama 22 menit ini, saya sampaikan kepada Pimpinan Redaksi Beritapantau.com bahwa tragedi yang viral itu tidak benar. Tidak ada pemitingan, tidak ada aksi dorong-mendorong terhadap Dions. Saya dan Dions itu keluarga. Saya meminta semua pihak untuk berhenti menyebarkan informasi yang tidak akurat yang hanya akan memperkeruh suasana di desa kami.”
Statement Pimpinan Redaksi Beritapantau.com.
”Kami telah menerima klarifikasi langsung dari Bapak Budi Rahman via telepon WhatsApp dengan durasi bicara mencapai 22 menit 13 detik. Dalam durasi tersebut, beliau menjelaskan secara rinci poin-poin yang selama ini menjadi pertanyaan publik. Sebagai media yang profesional, kami memuat hak jawab ini secara utuh agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan objektif.”.
(Red)
