PEMERINTAH

Selesaikan Polemik ‘Wartawan Bodrex’, Pengelola BSI BUMDes Gunung Putri Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Beritapantau.com||​GUNUNG PUTRI, BOGOR – Polemik yang sempat memicu ketegangan antara oknum pengelola Bank Sampah Induk (BSI) Unit Usaha BUMDes Gunung Putri dengan kalangan insan pers akhirnya menemui titik terang. Dugaan sikap arogan yang sempat ramai diberitakan kini berakhir damai melalui klarifikasi dan permohonan maaf terbuka.

​Awal Mula Kesalahpahaman
​Persoalan ini bermula dari percakapan di dalam grup WhatsApp internal BUMDes. Oknum pengelola BSI yang akrab disapa “Konde” diduga melontarkan istilah “wartawan bodrex” yang dinilai tidak pantas. Ucapan tersebut diduga ditujukan kepada Ketua RW Fery, yang kebetulan juga berprofesi sebagai jurnalis.

​Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi keras dari sejumlah awak media yang merasa marwah profesinya dicederai.

​Ketua RW Fery mengonfirmasi bahwa ketegangan ini sebenarnya diawali oleh aspirasi warga. Sejumlah masyarakat mengeluhkan keterlambatan pembayaran hasil pengiriman sampah Refuse Derived Fuel (RDF) oleh pihak BSI yang dikabarkan mandek sejak Oktober 2025.

​”Sebagai perwakilan warga, saya menyampaikan aspirasi tersebut kepada Kepala Desa Gunung Putri, H. Daman Huri, untuk meminta kejelasan. Namun dalam perjalanannya, terjadi miskomunikasi di grup WhatsApp yang justru memperkeruh suasana,” ujar Fery.

​Mediasi dan Permohonan Maaf
​Guna meredam situasi, sebuah pertemuan klarifikasi digelar dengan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gunung Putri. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola BSI mengakui adanya kekhilafan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, khususnya kepada profesi jurnalis.

​Kepala Desa Gunung Putri, H. Daman Huri, menyambut baik penyelesaian secara kekeluargaan ini. Ia mengimbau seluruh jajarannya untuk lebih bijak dalam berkomunikasi, terutama di ruang publik maupun grup internal.

​”Saya meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang santun serta profesional. Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan insan pers sebagai mitra kontrol sosial harus tetap terjaga,” tegas H. Daman Huri.

​Komitmen Kedepan
​Dengan adanya permohonan maaf ini, kedua belah pihak sepakat untuk menutup persoalan secara musyawarah. Fokus utama kini dikembalikan pada penguatan pelayanan masyarakat dan penyelesaian kendala teknis terkait operasional Bank Sampah agar tetap berjalan optimal.

​Diharapkan, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola lembaga desa untuk tetap menjaga hubungan harmonis dengan media demi transparansi dan pembangunan desa yang lebih baik. (W)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

*​Wujud Nyata Polri Peduli Petani, Sat Lantas Polres Kuningan Sukseskan Program Ketahanan Pangan*

Kuningan, 15 Juni 2026 – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung…

1 hari ago

Suara Rakyat Bukan Musuh: Mengawal Kemudi Bangsa Menuju 2045

Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya…

2 hari ago

Ungguli 6 Kandidat Lain, Peri Rizki Dipercaya Pimpin DPC PKB OKU Melalui Keputusan Final

​BATURAJA – Langkah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memasuki…

5 hari ago

Bocoran BAP Kasus Suap MBG Soni Sanjaya: Aliansi PANDAWA Sebut Keserakahan Dilakukan Berjamaah oleh Tokoh Besar

JAKARTA – Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara) mengeluarkan pernyataan sikap kritis…

7 hari ago

BPI KPNPA RI Bogor Raya Kritik Tajam Kinerja Kejari Cibinong: Mandul, Kasus Korupsi Seperti Ditelan Bumi.

BOGOR – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA…

1 minggu ago

Tindakan menyisipkan kegiatan ilegal di luar RPJMD ke dalam RKA/APBD merupakan bentuk kesewenang-wenangan pejabat dan berpotensi kuat masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

Jakarta - Secara yuridis, APBD wajib linier dengan dokumen perencanaan. Jika ada pemaksaan penyusupan agenda…

1 minggu ago