BEKASI, Beritapantau.com – Proyek Belanja Modal Konstruksi Rehabilitasi SDN Ciketing Udik III Kota Bekasi yang didanai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 kini tengah menjadi sorotan. Proyek dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp,1.818.265.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Rafi Jaya Abadi ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja..
Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan yang berbanding terbalik dengan pernyataan pihak pelaksana. Mandor proyek berinisial J sebelumnya mengklaim bahwa seluruh pekerja dan material bangunan telah memenuhi standar SOP. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti topi pengaman (helm proyek).

Ketidaksesuaian material juga ditemukan pada struktur rangka atap. Meskipun diklaim menggunakan besi 10 mm, hasil pengecekan menggunakan alat ukur sigmat menunjukkan bahwa besi yang digunakan diduga merupakan “besi banci” dengan ukuran bervariasi, salah satunya hanya mencapai 8,3mm. Selain itu, terlihat tumpukan sisa potongan besi yang tidak terpakai berserakan di area proyek.
Penggunaan bahan material dinding juga menuai kritik dari warga sekitar. Pihak kontraktor menggunakan bata pres (hebel), bukan bata merah. Warga menyayangkan penggunaan material tersebut mengingat anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,8 miliar.
“Sangat disayangkan dengan anggaran fantastis 1,8 miliar kenapa tidak pakai bata merah agar lebih kokoh dan awet. Kalau bata pres kan lebih murah dan kekuatannya beda,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kejanggalan lain muncul saat upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak pengawas proyek. Melalui pesan singkat WhatsApp, sosok yang nomornya didapatkan dari mandor J tersebut justru mengelak dan tidak mengakui perannya sebagai pengawas di SDN Ciketing Udik III.

“Bukan Pak, saya bukan pengawas. Saya bahkan tidak kenal sama mandornya. Saya cuma pegang proyek di Osar dan sma Cibubur,dan apa kepentingan sampean ke saya ” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Dinas terkait maupun CV. Rafi Jaya Abadi mengenai temuan material “banci” dan ketidakhadiran pengawas di lokasi pekerjaan yang menggunakan uang rakyat tersebut.Pungkas”(Tim)
