KUNINGAN, JAWA BARAT — Antusiasme masyarakat Kabupaten Kuningan terhadap produksi film layar lebar bertema Stop Bullying terus menunjukkan geliat yang semakin besar.
Open Casting film layar lebar “AKU BUKAN MUSUHMU, TAPI AKU SAHABATMU” masih terus berlanjut. Saat ini proses pencarian pemeran berlangsung di Teras Mahar, Jalan Baru KIC, Kabupaten Kuningan, untuk menjaring calon pemeran utama maupun pemeran pembantu.
Masyarakat Kuningan dari berbagai kalangan tampak memberikan perhatian dan antusiasme terhadap kesempatan untuk terlibat dalam produksi film yang membawa pesan sosial tersebut.
Film ini bukan sekadar tontonan. “AKU BUKAN MUSUHMU, TAPI AKU SAHABATMU” diproyeksikan menjadi sebuah gerakan edukasi melalui layar lebar untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, berani mengatakan STOP BULLYING, STOP PERUNDUNGAN!
Film ini merupakan ide cerita dan diproduseri oleh Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih, serta disutradarai oleh Rd. Beben Firmansyah Arianatareja. Produksi film ditargetkan dapat ditayangkan pada Desember 2026.
BUKAN SEKADAR FILM, TETAPI KAMPANYE NASIONAL
Pesan utama yang ingin disampaikan melalui film ini adalah bahwa bullying atau perundungan bukan persoalan kecil. Dampaknya dapat meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak dan generasi muda, baik secara sosial maupun psikologis.
Karena itu, film ini dihadirkan bukan hanya sebagai film bergenre anak atau film keluarga, tetapi sebagai bagian dari Kampanye Nasional STOP BULLYING.
Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih menempatkan film ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa Nusantara.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menghargai dan bebas dari perundungan. Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena tindakan bullying,” demikian semangat yang menjadi landasan lahirnya film ini.
MENDAPAT DUKUNGAN TOKOH NASIONAL DAN DAERAH
Gerakan melalui film ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai unsur, mulai dari tokoh nasional, pimpinan daerah, anggota legislatif, akademisi, tokoh perempuan Indonesia hingga tokoh masyarakat.
Dukungan tersebut di antaranya datang dari Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, serta sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie, dan Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin. Nama Bupati Kuningan tersebut juga tercantum dalam dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Kuningan tahun 2026.
Selain itu, dukungan juga datang dari sejumlah anggota dewan, tokoh akademisi, tokoh nasional, tokoh wanita Indonesia serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan perundungan.
DARI KUNINGAN UNTUK INDONESIA
Dipilihnya Kuningan sebagai salah satu lokasi proses casting menjadi bagian penting dalam perjalanan film ini.
Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa isu bullying bukan persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Justru sebaliknya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh pemuda hingga seluruh elemen bangsa.
Melalui film “AKU BUKAN MUSUHMU, TAPI AKU SAHABATMU”, pesan yang ingin disampaikan sangat sederhana tetapi kuat:
Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk menyakiti.
Jangan jadikan kelemahan seseorang sebagai bahan ejekan.
Dan jangan diam ketika melihat perundungan.
Film ini diharapkan mampu menjadi jembatan untuk membangun kesadaran bahwa melawan bullying bukan tugas satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama.
OPEN CASTING MASIH TERBUKA!
Bagi masyarakat yang memiliki bakat akting dan ingin menjadi bagian dari film layar lebar “AKU BUKAN MUSUHMU, TAPI AKU SAHABATMU”, kesempatan masih terbuka.
Open Casting saat ini berlangsung di:
TERAS MAHAR
Jalan Baru KIC, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
Kesempatan masih dibuka untuk pemeran utama dan pemeran pembantu lainnya.
Dari Kuningan, sebuah pesan besar sedang dibangun:
STOP BULLYING!
STOP PERUNDUNGAN!
KITA BUKAN MUSUH, KITA ADALAH SAHABAT.
Karena setiap anak berhak tumbuh, bermimpi dan meraih masa depan tanpa rasa takut.
Desember 2026 — Saksikan film yang bukan hanya bercerita tentang anak-anak, tetapi membawa suara anak-anak Indonesia.








