Hukum & Kriminal

Tes Urine di Kantor, Narkoba di Jalanan, Ketika Kebijakan Terlihat Sibuk, Tapi Masalah Tetap Berkeliaran

Beritapantau.com||Cibinong – Di tengah ancaman narkoba yang kian menggurita, Bupati Bogor Rudi Susmanto memilih memulai “perang” dari dalam ruang kantor: tes urine bagi aparatur sipil negara (ASN). “Kita harus memberi contoh… dimulai dari saya,” tegasnya.

Pernyataan itu terdengar kuat, bahkan nyaris sempurna secara narasi. Namun justru di situlah persoalannya terlalu rapi untuk menggambarkan realitas yang begitu berantakan di lapangan.

Keteladanan yang Nyaman, Tapi Tidak Mengguncang Memulai dari diri sendiri memang terdengar bijak. Namun publik tidak sedang membutuhkan simbol moral—publik sedang menghadapi ancaman nyata.


Ketika data dari Badan Narkotika Nasional menyebut potensi lebih dari 100 ribu jiwa di Kabupaten Bogor terpapar narkoba, maka kebijakan tes urine ASN terasa sebagai langkah yang aman, rapi, namun jauh dari medan tempur sesungguhnya.

Masalah Besar, Jawaban Kecil Tes urine dilakukan di kantor pemerintahan. Hasilnya bersih. Lalu apa? Sementara di luar sana Peredaran narkoba menyasar kalangan pemuda, Lingkungan sosial mulai terpapar  Jaringan distribusi nyaris tak tersentuh  Kebijakan ini terkesan ingin menunjukkan keseriusan, namun belum benar-benar mengambil risiko menghadapi akar masalah.

Narasi Tegas, Eksekusi Terlihat Tipis Bupati berbicara tentang integritas, sanksi tegas, dan kolaborasi. Namun publik menunggu sesuatu yang lebih konkret: Di mana tindakan besar yang benar-benar menekan peredaran?  Di mana keberanian menyentuh aktor utama, bukan hanya pengguna? Sebab narkoba tidak berhenti di ASN. Ia hidup dan berkembang di luar pagar kantor pemerintahan.

Antara Pencitraan dan Kepemimpinan Ketika seorang pemimpin berkata “dimulai dari saya”, itu seharusnya menjadi titik awal. Namun yang terlihat justru seperti titik berhenti. Sebab setelah itu: Tidak ada gebrakan besar, Tidak ada operasi masif yang terasa\, Tidak ada tekanan nyata ke akar masalah  Yang muncul hanyalah kesan bahwa pemerintah sedang bekerja—tanpa benar-benar mengguncang situasi.

Darurat yang Tidak Ditangani Secara Darurat Dengan angka potensi ratusan ribu jiwa, ini bukan lagi persoalan biasa. Ini sudah masuk kategori darurat sosial. Namun respons yang muncul masih terasa administratif, prosedural, dan terlalu “aman”. Padahal dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan bukan sekadar program, melainkan keberanian mengambil langkah yang tidak nyaman. Berdasarkan estimasi terbaru per Desember 2025, BNN Kabupaten Bogor memperkirakan sekitar 100.000 warga terpapar narkoba, dengan prevalensi 1,73 persen, mayoritas berada pada usia produktif.

Ketika Simbol Lebih Besar dari Tindakan Tes urine bisa menjadi awal. Namun jika berhenti di sana, ia hanya menjadi simbol. Dalam persoalan sebesar ini, simbol tidak akan menyelamatkan generasi muda. Yang dibutuhkan adalah Tekanan nyata terhadap jaringan narkoba, Operasi yang terasa di tengah masyarakat  Kepemimpinan yang berani keluar dari zona nyaman  Jika tidak, maka publik akan terus melihat satu hal
pemerintah terlihat bergerak… namun masalah tetap berjalan. (Tim)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Kades Gandoang Cileungsi Diduga Alergi Transparansi: Dikonfirmasi Soal Proyek Dana Desa, Malah Berdalih Salah Nomor

.BOGOR, [Beritapantau.com] – Integritas Kepala Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Haerul Saleh, kini tengah…

1 hari ago

MENUNTUT TOTALITAS INTEGRITAS WAKIL RAKYAT DPRD KABUPATEN BOGOR

Beritapantau.com||"DPRD Kabupaten Bogor bukan sekadar gedung tempat berkumpulnya para pejabat, melainkan rumah bagi amanah, harapan,…

1 hari ago

Tembok Tebal Penegakan Hukum: Ketika Dishub Bogor Ciut Nyali Hadapi Pelanggaran Korporasi

Beritapantau.com||​BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dinilai tebang pilih dan "ciut nyali" dalam menegakkan…

1 hari ago

Lapor Pak Kapolri! Investigasi Media Bongkar Praktik Pungli ‘Jalur Cepat’ Pembuatan SIM di Polres Depok

Beritapantau.com||​DEPOK — Semboyan Presisi yang diusung Kepolisian Republik Indonesia tampaknya dinodai oleh praktik pungutan liar…

2 hari ago

Warga Klapanunggal Dipaksa Hirup Bau Busuk, Ketegasan Pemkab Bogor Ditantang Pengusaha Bandel”

Beritapantau.com||​KLAPANUNGGAL, BOGOR – Kenyamanan dan kesehatan warga Desa Lulut serta Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten…

4 hari ago

Bisnis THM” Menjamur di Jonggol, Camat Jonggol Pilih Jurus Membisu Saat di Konfirmasi: Ada Apa?

BOGOR – Slogan "Bogor Istimewa" kini dipertanyakan kredibilitasnya. Wilayah Jonggol yang dikenal religius justru dinodai…

4 hari ago