Uncategorized

SURAT TERBUKA UNTUK  PRESIDENKU PRABOWO SUBIANTO

Yang Terhormat
Bapak Presiden Republik Indonesia
Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto
di Jakarta

Beritapantau.com – Dengan segala kerendahan hati sebagai putra bangsa, izinkan saya menyampaikan sepucuk surat terbuka ini bukan sebagai kritik, melainkan sebagai ungkapan cinta, kepedulian, dan harapan mendalam terhadap masa depan Indonesia yang Bapak pimpin.

Bapak Presiden yang saya hormati,
Andai sedikit saja ruang hati dibuka untuk memberi kepercayaan kepada sosok-sosok Sultan dan Raja Nusantara yang berkompeten, niscaya Bapak akan menemukan cara berpikir yang jernih, murni, dan tulus—bebas dari ikatan kontrak kekuasaan, kepentingan organisasi, maupun transaksi politik. Mereka hadir bukan untuk meminta, melainkan untuk mengabdi.

Alangkah indah dan berartinya bila satu atau dua Sultan Nusantara diberi ruang dan posisi terhormat untuk membantu Bapak Presiden dalam Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka bukan sebagai simbol romantisme sejarah, melainkan sebagai penjaga nilai, adab, dan kebijaksanaan Nusantara yang telah teruji oleh zaman dan pengabdian panjang kepada bangsa ini.

Saya meyakini, Bapak Presiden, bahwa akan hadir warna baru dalam pemerintahan ketika salah satu ahli waris peradaban Nusantara turut berada di lingkar pengambilan keputusan negara. Carilah sosok Sultan yang selama ini terbukti militan, konsisten, dan tulus mendukung Bapak; yang loyal dan solid menjaga arah kebangsaan; yang aktif memikirkan negara melalui gagasan, tulisan, dan keberanian moral untuk membuka kesadaran para penguasa. Rakyat melihat, publik menilai, dan sejarah akan mencatatnya.

Dengan penuh hormat, saya berharap Bapak Presiden dan jajaran berkenan sejenak mendengar suara dari luar ruang-ruang kepentingan organisasi yang hari ini berkoalisi. Dengarkan suara hati nurani sebagai pemimpin bangsa. Kedepankan kembali adab Nusantara—adab asor, adab hormat, adab bijaksana—kepada para penjaga dan pemilik histori peradaban negeri ini.

Bagaimanapun, Sultan dan Raja Nusantara memiliki makom dan marwah yang luhur dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menghormati dan melibatkan mereka bukanlah langkah mundur, melainkan ikhtiar meneguhkan jati diri Indonesia sebagai bangsa besar yang berdiri kokoh di atas nilai, sejarah, dan kebijaksanaan leluhurnya.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah Bapak Presiden dalam memimpin Indonesia menuju keadilan, kemakmuran, dan kemuliaan bangsa.

Salam Nusantara,
dari Cah Angon yang peduli pada bumi pertiwi.

Hormat Kita,
“Anak Manado pe kebanggaan, Tuama Minahasa “
Rd. Sandy Tumiwa, S.H.

Humas Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI). (Red)

MUHAMMAD WAHIDIN

Recent Posts

Kades Gandoang Cileungsi Diduga Alergi Transparansi: Dikonfirmasi Soal Proyek Dana Desa, Malah Berdalih Salah Nomor

.BOGOR, [Beritapantau.com] – Integritas Kepala Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Haerul Saleh, kini tengah…

1 hari ago

MENUNTUT TOTALITAS INTEGRITAS WAKIL RAKYAT DPRD KABUPATEN BOGOR

Beritapantau.com||"DPRD Kabupaten Bogor bukan sekadar gedung tempat berkumpulnya para pejabat, melainkan rumah bagi amanah, harapan,…

1 hari ago

Tembok Tebal Penegakan Hukum: Ketika Dishub Bogor Ciut Nyali Hadapi Pelanggaran Korporasi

Beritapantau.com||​BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dinilai tebang pilih dan "ciut nyali" dalam menegakkan…

1 hari ago

Lapor Pak Kapolri! Investigasi Media Bongkar Praktik Pungli ‘Jalur Cepat’ Pembuatan SIM di Polres Depok

Beritapantau.com||​DEPOK — Semboyan Presisi yang diusung Kepolisian Republik Indonesia tampaknya dinodai oleh praktik pungutan liar…

1 hari ago

Warga Klapanunggal Dipaksa Hirup Bau Busuk, Ketegasan Pemkab Bogor Ditantang Pengusaha Bandel”

Beritapantau.com||​KLAPANUNGGAL, BOGOR – Kenyamanan dan kesehatan warga Desa Lulut serta Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten…

4 hari ago

Bisnis THM” Menjamur di Jonggol, Camat Jonggol Pilih Jurus Membisu Saat di Konfirmasi: Ada Apa?

BOGOR – Slogan "Bogor Istimewa" kini dipertanyakan kredibilitasnya. Wilayah Jonggol yang dikenal religius justru dinodai…

4 hari ago