BOGOR, Beritapantau.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar beberapa hari terakhir mengenai pengerjaan proyek Bantuan Keuangan (Bankeu) infrastruktur pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Polemik yang sempat memanas tersebut kini menemui titik terang. Melalui pertemuan yang berlangsung hangat, kedua belah pihak—yakni Pemerintah Desa Tegal Panjang dan DPC Asosiasi Jurnalis Nusantara Indonesia (AJNI) Kabupaten Bogor—sepakat untuk menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan dan mengakhiri miskomunikasi yang terjadi.
Pernyataan Kepala Desa Tegal Panjang, Ibu Ratna
Kepala Desa Tegal Panjang, Ibu Ratna, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat dinamika komunikasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari rekan-rekan media.
”Kami menyadari bahwa dalam proses pembangunan desa, pengawasan dari rekan-rekan jurnalis sangatlah penting. Terkait pemberitaan proyek TPT kemarin, kami sampaikan bahwa hal tersebut murni karena adanya miskomunikasi di lapangan. Hari ini, alhamdulillah, saya bersama rekan-rekan dari DPC AJNI Kabupaten Bogor sudah duduk bersama dan menyelesaikan semuanya secara kekeluargaan,” ujar Ibu Ratna.
”Kami berkomitmen untuk terus menjalankan pembangunan sesuai aturan yang berlaku dan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi agar ke depannya koordinasi dengan pihak eksternal, khususnya media, bisa berjalan lebih harmonis. Bagi kami, AJNI adalah mitra dalam mengawal kemajuan Desa Tegal Panjang,” tambahnya.
Pernyataan Ketua DPC AJNI Kabupaten Bogor, Musonef
Senada dengan Kades, Ketua DPC AJNI Kabupaten Bogor, Musonef, menyatakan bahwa persoalan ini telah dianggap selesai (clear). Ia mengapresiasi sikap kooperatif dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh Pemdes Tegal Panjang.
”Tugas kami sebagai jurnalis adalah menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, di atas itu semua, ada semangat persaudaraan dan kemitraan. Setelah kami berdialog dan melakukan klarifikasi langsung dengan Ibu Kades Ratna, kami melihat ada niat baik dan transparansi yang ditunjukkan. Maka dari itu, kami menyatakan bahwa persoalan berita terkait proyek Bankeu di Tegal Panjang sudah selesai atau clear,” tegas Musonef.
”Kami telah bersepakat untuk saling memaafkan atas kekeliruan komunikasi yang sempat terjadi. Kedepannya, AJNI Kabupaten Bogor akan terus bersinergi dengan Pemdes Tegal Panjang untuk memastikan informasi pembangunan tersampaikan dengan akurat kepada masyarakat. Masalah ini kami tutup dengan semangat kekeluargaan,” tutupnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, kedua belah pihak berharap masyarakat tidak lagi terbelah oleh informasi yang simpang siur. Fokus utama saat ini adalah memastikan pembangunan TPT di Desa Tegal Panjang memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas dan kesejahteraan warga setempat. (Red)
.BOGOR, [Beritapantau.com] – Integritas Kepala Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Haerul Saleh, kini tengah…
Beritapantau.com||"DPRD Kabupaten Bogor bukan sekadar gedung tempat berkumpulnya para pejabat, melainkan rumah bagi amanah, harapan,…
Beritapantau.com||BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dinilai tebang pilih dan "ciut nyali" dalam menegakkan…
Beritapantau.com||DEPOK — Semboyan Presisi yang diusung Kepolisian Republik Indonesia tampaknya dinodai oleh praktik pungutan liar…
Beritapantau.com||KLAPANUNGGAL, BOGOR – Kenyamanan dan kesehatan warga Desa Lulut serta Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten…
BOGOR – Slogan "Bogor Istimewa" kini dipertanyakan kredibilitasnya. Wilayah Jonggol yang dikenal religius justru dinodai…